☰
✕

Bank Saqu gandeng IDN perkuat ekosistem Solopreneur

JAKARTA (IndoTelko) Bank Saqu memperluas dukungan bagi pelaku usaha mandiri atau solopreneur melalui Solopreneur Society: The Founders Club 2026. Program ini dirancang tidak hanya sebagai wadah pembelajaran, tetapi juga sebagai ekosistem yang mempertemukan founder dengan jaringan, mitra bisnis, hingga akses solusi finansial.

Sejak pertama digelar pada 2024, program solopreneur Bank Saqu telah melibatkan lebih dari 1.000 pelaku usaha dari berbagai sektor. Setelah sebelumnya hadir dengan nama Solopreneur Academy, program tersebut kini diarahkan untuk menjawab kebutuhan founder yang semakin kompleks ketika bisnis mulai berkembang.

Relationship Banking Director Bank Saqu, Hendrik Komandangi, mengatakan pertumbuhan usaha membutuhkan dukungan yang lebih luas dari sekadar pengetahuan bisnis.

“Selain pengetahuan dan pondasi bisnis yang kuat, mereka membutuhkan akses terhadap jaringan, peluang pasar, dan dukungan finansial yang sesuai dengan tahapan bisnisnya,” ujarnya.

Melalui Solopreneur Society, Bank Saqu mempertemukan founder dengan berbagai elemen bisnis, mulai dari pemilik brand, supplier, strategic partner hingga calon pembeli dalam ekosistem bisnis.

Program 2026 mengusung tiga fokus utama, yakni industry insights, networking, dan business matchmaking. Para peserta akan mendapatkan wawasan dari praktisi dan pakar di empat sektor, yaitu coffeepreneur, food & beverage (F&B), MICE, serta artificial intelligence (AI).

Yang menjadi pembeda tahun ini adalah skema business matchmaking. Bank Saqu akan mempertemukan para founder dengan pihak-pihak yang dinilai relevan berdasarkan kebutuhan dan potensi bisnis masing-masing.

Skema tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran jaringan, tetapi dapat berlanjut menjadi penjajakan kerja sama, pembukaan akses pasar maupun peluang bisnis baru.

Untuk memperkuat program, Bank Saqu menggandeng IDN sebagai mitra kolaborasi. Co-Founder & COO IDN, William Utomo, menilai pertumbuhan bisnis membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan founder dengan koneksi dan peluang yang tepat.

“Pertumbuhan bisnis tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga ekosistem yang dapat membuka akses terhadap koneksi dan peluang yang relevan,” katanya.

Dari sisi finansial, Bank Saqu turut menyediakan sejumlah solusi untuk mendukung kebutuhan usaha. Salah satunya Saku Kredit dengan limit hingga Rp30 juta, serta fasilitas Kredit Modal Kerja bagi nasabah yang memenuhi kriteria.

Ekosistem tersebut juga diperluas melalui strategic partnership dengan Otten Coffee. Kolaborasi ini menggabungkan ekosistem coffeepreneur yang dibangun Otten Coffee dengan layanan finansial Bank Saqu.

CEO Otten Coffee, Jhoni Kusno, mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan memberikan dukungan yang lebih relevan bagi pelaku usaha di industri kopi, baik dari sisi produk, pengetahuan, komunitas maupun finansial.

Dengan transformasi dari program edukasi menjadi growth ecosystem, Bank Saqu menargetkan Solopreneur Society dapat menjadi ruang bagi founder untuk membangun koneksi, menemukan peluang kolaborasi dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. (mas)