☰
✕

IndonesiaNEXT genap 10 tahun, talenta AI makin dibutuhkan

JAKARTA (IndoTelko) Telkomsel memperkuat komitmennya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi kebutuhan industri digital melalui program IndonesiaNEXT yang memasuki tahun ke-10.

Program bertema AI Driven Digital Talents tersebut ditutup melalui IndonesiaNEXT Summit 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (4/9). Sebanyak 24 mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi tampil membawa solusi digital sekaligus menunjukkan kompetensi di bidang teknologi, desain produk, dan pengembangan bisnis.

Program IndonesiaNEXT tahun ini dimulai dengan melibatkan 8.916 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 1.000 peserta masuk tahap onboarding, kemudian 300 peserta mengikuti sertifikasi internasional dan pengayaan kompetensi. Tahapan berikutnya menghasilkan 99 peserta yang berkompetisi dalam digital hackathon.

Dari proses tersebut, terpilih 24 talenta yang dibagi ke dalam delapan tim. Masing-masing tim terdiri dari tiga peran utama dalam pengembangan produk digital, yakni Hacker yang berfokus pada teknologi, Hipster yang menangani pengalaman pengguna, serta Hustler yang mengembangkan aspek produk dan keberlanjutan bisnis.

Sebelum memasuki babak final, peserta mengikuti offline bootcamp pada 13 September 2026. Materinya mencakup ekosistem AI Telkomsel, pengembangan produk, kolaborasi lintas fungsi, etika profesional, perlindungan data hingga kemampuan presentasi.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan IndonesiaNEXT diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga membangun pemahaman mengenai penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan relevan dengan persoalan masyarakat.

“Memasuki satu dekade IndonesiaNEXT, kami ingin memastikan talenta digital memahami dan mampu menggunakan teknologi secara tepat, bertanggung jawab, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pada Summit 2026, delapan tim mempresentasikan solusi yang dikembangkan berdasarkan studi kasus. Penilaian mencakup kemampuan memahami masalah, kebutuhan pengguna, kualitas purwarupa, serta potensi implementasi dan keberlanjutan solusi.

Dari kompetisi tersebut, Scenaria ditetapkan sebagai Best Team. Platform berbasis AI itu menawarkan simulasi pelatihan tenaga penjualan melalui skenario interaktif untuk membantu meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai karakter dan situasi pelanggan.

Tim Scenaria terdiri dari Atha Azzahra Khairun Nisa dari Universitas Brawijaya sebagai Hipster, Wahyu Oktiansyah dari Telkom University sebagai Hustler, dan Putera Nami Shiddieqy dari Universitas Sumatera Utara sebagai Hacker.

Sementara penghargaan individu diberikan kepada tiga talenta terbaik pada masing-masing kategori. Untuk kategori Best Hacker, pemenangnya adalah Putera Nami Shiddieqy, Muanai Khalifah Revindo Purba dari Universitas Sriwijaya, dan Reno Syaelendra dari Universitas Trunojoyo.

Kategori Best Hipster diraih Atha Azzahra Khairun Nisa, Radja Daffa Ramadhan dari Universitas Dian Nuswantoro, serta Nanta Dwi Kurniawan dari Universitas Muhammadiyah Riau.

Adapun kategori Best Hustler diberikan kepada Andi Alya Inar Putri dari Universitas Hasanuddin, Vania Winanda Aurellia dari Universitas Brawijaya, dan Wahyu Oktiansyah dari Telkom University.

Beragam solusi yang dikembangkan peserta menunjukkan pemanfaatan AI untuk menjawab persoalan praktis, mulai dari kesehatan mental, pelatihan tenaga penjualan, pengelolaan limbah, pengembangan kepercayaan diri hingga sektor pangan dan perikanan.

Selama satu dekade, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di 38 provinsi. Program ini juga telah menghasilkan lebih dari 9.000 peserta dengan sertifikasi berstandar industri dan 280 alumni terbaik.

Telkomsel menilai pengembangan talenta digital menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem digital yang inklusif sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri menuju Indonesia Emas 2045. (mas)