☰
✕

Fynd boyong GlamAR ke pasar Indonesia

JAKARTA (IndoTelko) - Fynd, perusahaan teknologi ritel berbasis kecerdasan buatan (AI) yang didukung Reliance Retail Ventures Limited, menghadirkan GlamAR secara komersial di Indonesia. Platform ini menawarkan fitur virtual try-on, analisis kulit, dan visualisasi produk 3D untuk sektor kecantikan, fashion, gaya hidup, hingga furnitur.

Peluncuran GlamAR dilakukan di tengah pertumbuhan video commerce di Indonesia. Pada 2025, konsumen Indonesia mencatat 2,6 miliar transaksi melalui video commerce, tertinggi di Asia Tenggara.

Kategori fashion dan kecantikan menyumbang 48% dari total gross merchandise value (GMV) video commerce, masing-masing 28% untuk fashion dan aksesori serta 20% untuk kecantikan dan perawatan diri. Sementara jumlah penjual yang menggunakan video meningkat 75% secara tahunan menjadi 800.000 penjual.

Pertumbuhan juga terlihat dari sisi konsumen. Lebih dari 40 juta pengguna di Indonesia kini mencari dan berbelanja melalui YouTube, sedangkan waktu tonton konten belanja meningkat 400% dalam setahun. Pada 2025, GMV e-commerce Indonesia mencapai sekitar US$71 miliar.

Kondisi tersebut mendorong kebutuhan teknologi yang dapat membantu konsumen mengevaluasi produk secara lebih interaktif sebelum melakukan pembelian. GlamAR dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pengalaman visual berbasis AI.

Virtual Try-On hingga Analisis Kulit

GlamAR menyediakan fitur virtual try-on untuk berbagai produk. Pada kategori kacamata, teknologi pemetaan wajah secara real time membantu pengguna melihat kesesuaian frame dengan wajah, termasuk pengukuran jarak pupil hingga sekitar ±1 milimeter.

Untuk kosmetik, pengguna dapat mencoba lipstik, blush, dan eyeshadow secara virtual dalam waktu nyata pada berbagai warna kulit.

Teknologi visualisasi 3D juga memungkinkan konsumen melihat perhiasan dan aksesori dari berbagai sudut sebelum membeli.

Sementara itu, fitur analisis kulit GlamAR dapat mendeteksi lebih dari 14 kondisi kulit dalam sekitar 20 detik. Sistem tersebut menganalisis lebih dari 15 metrik dan 150 biomarker wajah untuk memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi.

Teknologi omnichannel GlamAR dapat digunakan melalui smartphone, tablet, desktop, smart mirror, maupun Magic Mirror di toko fisik.

Chief Business Officer - Global Fynd, Ronak Modi, mengatakan karakter konsumen digital Indonesia menjadi salah satu faktor yang membuat pasar tersebut menarik bagi pengembangan teknologi ritel.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi perkembangan ritel, dengan konsumen digital yang muda dan aktif, pertumbuhan pesat di sektor kecantikan, serta semakin kuatnya tren social commerce dan video commerce,” kata Ronak.

Menurutnya, GlamAR dapat membantu merek menghadirkan pengalaman belanja yang memungkinkan konsumen melihat, mencoba, dan memahami produk sebelum melakukan pembelian.

Terintegrasi dengan Platform Commerce

Fynd menyediakan GlamAR dalam format software development kit (SDK) yang dapat diintegrasikan dengan platform commerce seperti Shopify, WooCommerce, dan Magento. Teknologi tersebut juga dapat disematkan pada aplikasi web dan seluler yang dikembangkan secara khusus.

Pengalaman bermerek dasar dapat diaktifkan dalam waktu sekitar 30 menit. Sementara implementasi yang lebih kompleks membutuhkan waktu beberapa minggu, tergantung kebutuhan katalog dan tingkat integrasi.

Platform tersebut menggunakan pendekatan white-label sehingga peritel dapat menyesuaikan tampilan dan pengalaman GlamAR dengan identitas merek masing-masing.

Dari sisi keamanan, Fynd menyatakan praktik pengelolaan platform mengikuti sejumlah standar dan persyaratan yang relevan, termasuk SOC 2, ISO, dan GDPR.

Dengan ketersediaan komersial GlamAR di Indonesia, Fynd menargetkan dapat bekerja sama dengan peritel maupun merek yang sedang berkembang untuk memperluas penggunaan teknologi AI dalam pengalaman belanja digital dan toko fisik.(wn)