☰
✕

TelkomProperty buka peluang sewa Aset TelkomGroup

JAKARTA (IndoTelko) - PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty) terus mempercepat optimalisasi aset properti milik TelkomGroup sebagai bagian dari strategi meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.

Direktur Utama TelkomProperty Didit Sulistyo mengungkapkan, perusahaan saat ini mengelola sekitar 3.010 aset yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sekitar 50% telah berhasil dioptimalkan melalui berbagai skema pemanfaatan aset.

Menurut Didit, optimalisasi dilakukan dengan tetap membuka peluang kerja sama dengan mitra eksternal. Pemanfaatan aset dapat dilakukan melalui mekanisme bisnis business to business (B2B) dengan mempertimbangkan aspek komersial, tata kelola, serta ketentuan yang berlaku.

Langkah serupa juga dijalankan PT TelkomLandmark Tower (TLT), anak usaha TelkomProperty yang mengelola sejumlah gedung milik TelkomGroup. TLT terus mencari peluang untuk meningkatkan utilisasi ruang dengan menawarkan aset kepada calon penyewa eksternal.

Direktur Utama TLT Suratman mengatakan optimalisasi aset menjadi bagian dari proses leveraging asset yang telah berjalan dalam kegiatan bisnis perusahaan.

“Optimalisasi aset merupakan bagian dari langkah leveraging asset yang sudah berjalan. Kami berupaya memastikan produktivitas aset sehingga dapat memenuhi kebutuhan TelkomGroup sekaligus memberikan layanan maksimal kepada mitra dan tenan eksternal,” kata Suratman.

Sementara itu, terkait rencana pemanfaatan ruang di Graha Merah Putih (GMP), TelkomProperty menyatakan pembahasannya masih berlangsung. Proses tersebut mencakup negosiasi serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Didit memastikan proses optimalisasi tidak mengabaikan keberlangsungan aktivitas para tenant yang saat ini menempati gedung tersebut.

“Rencana pemanfaatan ruang di Graha Merah Putih masih dalam proses negosiasi dan pembahasan lebih lanjut. Kami berkomitmen menjaga kepastian dan keberlangsungan operasional para tenant. Setiap proses akan dilakukan secara tertib dan terukur,” pungkas Didit. (mas)