☰
✕

Grab buka jalan startup Indonesia masuki era AI

JAKARTA (IndoTelko) - Grab kembali memperkuat dukungannya terhadap ekosistem startup Indonesia melalui program Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 9. Program akselerator bagi startup tahap post-seed tersebut tahun ini berfokus pada pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Mengusung tema “Grab For Indonesia: Building an AI-Powered Resilient Ecosystem”, GVV Batch 9 memilih lima startup dari ratusan pendaftar untuk mengikuti program pengembangan bisnis dan kolaborasi bersama ekosistem Grab.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan program ini menjadi wadah bagi startup lokal untuk mengembangkan teknologi AI yang mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.

“Melalui GVV Batch 9, kami membawa pengalaman Grab dalam mengembangkan dan menerapkan AI lebih dekat kepada para startup founders di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Neneng, pendekatan AI-First with Heart yang diterapkan Grab diarahkan untuk menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas, mendukung mitra, serta memberikan pengalaman digital yang lebih baik bagi pengguna.

Lima startup yang terpilih dalam GVV Batch 9 berasal dari berbagai sektor, mulai dari sumber daya manusia, operasional bisnis, finansial, perdagangan, hingga rantai pasok.

Kelima startup tersebut yakni Algobash yang mengembangkan solusi rekrutmen dan asesmen talenta berbasis AI, Dash yang membantu pengelolaan operasional tenaga kerja di berbagai lokasi, serta Fineksi yang memanfaatkan AI untuk mendukung proses analisis risiko dan keputusan kredit.

Selain itu, terdapat Grivy yang menghadirkan teknologi commerce intelligence untuk menghubungkan aktivitas digital dengan transaksi offline, serta Sekilo yang membangun sistem operasi rantai pasok protein halal berbasis AI.

Selama mengikuti program, para peserta akan mendapatkan pendampingan melalui mentorship, pengembangan kepemimpinan, hingga peluang menjalankan pilot project bersama Grab.

GVV Batch 9 juga menggandeng sejumlah mitra strategis seperti Superbank, Komdigi, dan Sweef Institute untuk memperluas akses startup terhadap jaringan bisnis, keahlian industri, serta peluang pengembangan usaha.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menilai kolaborasi antara korporasi dan startup menjadi faktor penting dalam menciptakan inovasi digital yang berdampak.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan. Semangat tersebut yang membawa kami kembali mendukung GVV dan tahun ini melangkah lebih jauh melalui pilot project bersama salah satu startup terpilih,” katanya.

Sejak diluncurkan pada 2018, GVV telah menjaring lebih dari 800 pendaftar dan mendukung 40 startup alumni. Grab mencatat lebih dari 85% startup alumni program tersebut masih menjalankan bisnisnya hingga saat ini.

Melalui GVV Batch 9, Grab berharap semakin banyak startup Indonesia mampu memanfaatkan teknologi AI untuk menghadirkan solusi yang relevan sekaligus memperkuat posisi ekosistem digital nasional di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. (mas)