JAKARTA (IndoTelko) - Dow Inc. resmi meluncurkan Dow Master Connect (DMC) di Indonesia sebagai platform digital yang dirancang untuk memperkuat ekosistem bisnis bahan konstruksi, khususnya produk sealant.
Platform ini menghadirkan sistem terintegrasi yang memungkinkan pelaku industri mengelola transaksi, pemesanan, stok, hingga hubungan pelanggan secara lebih efisien melalui layanan digital berbasis web, perangkat seluler, dan aplikasi khusus.
Peluncuran DMC menjadi bagian dari strategi Dow dalam mendorong transformasi rantai nilai bisnis business-to-business (B2B) di sektor konstruksi Indonesia yang terus berkembang.
Melalui platform tersebut, pelanggan dan mitra bisnis dapat mengakses portofolio produk sealant DOWSIL™ untuk kebutuhan bangunan selama 24 jam. Sistem ini juga menyediakan fitur pemesanan digital, pelacakan pengiriman secara real-time, transparansi ketersediaan stok, serta dukungan informasi teknis dan pemasaran.
Direktur Pemasaran Strategis Global untuk Bangunan & Infrastruktur Dow, Jean Paul Hautekeer, mengatakan DMC bukan hanya sebuah platform transaksi digital, tetapi menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun rantai pasok konstruksi yang lebih terhubung.
“Dow Master Connect merupakan wujud komitmen kami untuk memperkuat rantai pasok sealant konstruksi di Indonesia melalui ekosistem digital yang meningkatkan efisiensi, transparansi, dan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Jean Paul.
Menurut Dow, platform tersebut juga dirancang untuk memastikan keaslian produk, menyederhanakan proses transaksi, serta membantu mitra bisnis mengambil keputusan dengan lebih cepat melalui akses data dan informasi yang lebih baik.
Indonesia menjadi salah satu pasar konstruksi yang dinilai strategis di kawasan Asia Tenggara. Melalui DMC, Dow berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan pelanggan dan mitra industri sekaligus menciptakan pengalaman bisnis yang lebih mudah, cepat, dan transparan.
Dengan hadirnya Dow Master Connect, perusahaan mendorong perubahan pola interaksi dalam industri konstruksi dari proses konvensional menuju ekosistem digital yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar. (mas)