☰
✕

Komdigi dan Ericsson buka pusat inovasi 5G

JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Ericsson meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) di BSD City untuk memperkuat pengembangan inovasi digital berbasis 5G, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi Industry 4.0.

Peresmian GSIH pada Rabu (26/8) menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, startup, serta komunitas teknologi untuk mempercepat pengembangan dan penerapan solusi digital di Indonesia.

Dalam fasilitas tersebut, Ericsson menghadirkan 5G Innovation Center (5GIC) yang berfungsi sebagai ruang open innovation untuk mengembangkan, menguji, dan memvalidasi solusi teknologi sebelum diterapkan secara lebih luas di industri.

President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menandatangani letter of intent (LoI) bersama Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, serta sejumlah mitra ekosistem digital sebagai bentuk komitmen pengembangan teknologi.

Acara peluncuran dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta sekitar 500 peserta dari berbagai sektor. Sebanyak 10 kota mitra GSIH juga terhubung secara hybrid dalam kegiatan tersebut.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan GSIH tidak boleh hanya menjadi tempat pertemuan pelaku ekosistem digital, tetapi harus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan GSIH tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan atau kolaborasi, tetapi dari hasil dan manfaat yang dihasilkan. Kami ingin memastikan inovasi dan talenta digital dapat berkembang di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Meutya.

Dorong Pengembangan Solusi Industri

President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan 5GIC dirancang sebagai pusat kolaborasi terbuka yang mempertemukan berbagai pihak dalam pengembangan solusi berbasis teknologi.

“Melalui Ericsson 5G Innovation Center, kami ingin menciptakan ruang terbuka bagi pengembangan solusi berbasis 5G, AI, dan Industry 4.0, mulai dari ide awal hingga menjadi solusi yang siap digunakan industri,” kata Nora.

Pusat inovasi tersebut menggunakan pendekatan pentahelix dengan mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, startup, talenta digital, dan mitra teknologi.

Salah satu solusi yang ditampilkan dalam 5GIC adalah MINERVA, platform industrial intelligence berbasis AI yang dikembangkan Future of Tech. Solusi tersebut merupakan karya pemenang Ericsson Hackathon 2025.

Kehadiran GSIH dan 5GIC diharapkan mempercepat pengembangan talenta digital lokal sekaligus mendorong lahirnya solusi teknologi yang dapat diterapkan pada kebutuhan industri.

Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi nasional agar pemanfaatan 5G, AI, dan Industry 4.0 tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi dapat menghasilkan solusi yang memiliki dampak ekonomi dan sosial.(wn)