JAKARTA (IndoTelko) - Lintasarta memperkuat langkah dalam membangun infrastruktur digital Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan Starlink, layanan internet satelit berbasis Low Earth Orbit (LEO) milik SpaceX. Kerja sama ini diarahkan untuk mengeksplorasi pengembangan konektivitas berkapasitas tinggi yang lebih fleksibel dan mampu menjangkau berbagai wilayah.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan jajaran pimpinan Lintasarta dan Starlink yang berlangsung dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Bali. Kedua pihak membahas peluang penggabungan teknologi konektivitas satelit dan jaringan terestrial untuk memperkuat infrastruktur digital nasional.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengatakan peningkatan kebutuhan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membuat kebutuhan konektivitas semakin besar dan kompleks.
“Di era digital dan AI saat ini, konektivitas menjadi fondasi yang menghubungkan berbagai aktivitas bisnis. Dibutuhkan infrastruktur yang tidak hanya luas jangkauannya, tetapi juga tangguh dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan,” ujar Armand.
Teknologi Starlink menggunakan jaringan satelit LEO yang mampu menyediakan koneksi internet berkecepatan tinggi dengan latensi rendah. Teknologi tersebut dinilai dapat melengkapi jaringan terestrial, terutama untuk wilayah yang memiliki tantangan geografis maupun keterbatasan infrastruktur komunikasi.
Bagi Lintasarta, kombinasi konektivitas satelit dan terestrial memberikan pendekatan baru dalam membangun jaringan yang lebih adaptif. Integrasi kedua teknologi tersebut memungkinkan perluasan cakupan, peningkatan keandalan, serta fleksibilitas layanan sesuai kebutuhan pelanggan.
Global Supply Manager Starlink, Jonathan Harrison, mengatakan Lintasarta menjadi mitra penting dalam mendukung kebutuhan konektivitas di Indonesia.
“Dengan menggabungkan teknologi Starlink dan kapabilitas infrastruktur Lintasarta, kami melihat peluang menghadirkan konektivitas yang lebih kuat, fleksibel, dan scalable bagi pelanggan,” kata Jonathan.
Kerja sama Lintasarta dan Starlink telah berjalan sejak 2024 untuk mendukung kebutuhan konektivitas segmen enterprise di Indonesia. Ke depan, kedua perusahaan terus mengeksplorasi berbagai peluang pengembangan layanan untuk berbagai sektor dan wilayah.
Penguatan kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi Beyond Infrastructure Lintasarta dalam mengembangkan peran perusahaan dari penyedia konektivitas menuju orkestrator infrastruktur industri digital.
Melalui konsep Intelligent Core, Lintasarta mengintegrasikan empat kapabilitas utama, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, serta Collaboration-AI (4C) untuk membangun fondasi digital yang lebih menyeluruh.
Dengan dukungan berbagai mitra teknologi, termasuk Starlink, Lintasarta menargetkan penguatan ekosistem digital Indonesia melalui infrastruktur yang lebih terintegrasi, andal, dan siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital. (mas)