JAKARTA (IndoTelko) - Preferensi hunian generasi muda mengalami perubahan signifikan. Riset internal Cove menunjukkan mayoritas Gen Z dan Milenial kini lebih memilih kontrak sewa hunian yang fleksibel dibandingkan komitmen jangka panjang.
Penyedia hunian co-living modern tersebut mencatat hampir 60% penghuni Cove dari kalangan Gen Z dan Milenial berencana tinggal dalam periode singkat, yakni satu hingga tiga bulan. Angka tersebut meningkat 32 poin persentase dalam tiga tahun terakhir, sementara minat terhadap kontrak hunian selama satu tahun atau lebih justru mengalami penurunan.
Country Director of Growth dan VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengatakan perubahan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan hunian generasi muda kini tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal, tetapi juga mendukung mobilitas dan gaya hidup yang dinamis.
“Bagi generasi muda, hunian yang layak bukan hanya tempat untuk beristirahat, tetapi ruang yang dapat mendukung aktivitas, produktivitas, serta fleksibilitas mereka,” ujar Dian.
Cove mencatat sekitar 95% penghuninya berasal dari kelompok Gen Z dan Milenial. Pergeseran pilihan durasi sewa tersebut juga bukan semata dipengaruhi faktor ekonomi. Rata-rata pendapatan mayoritas penghuni tetap berada di kisaran Rp10 juta, sehingga perubahan perilaku lebih berkaitan dengan kebutuhan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan karier, pendidikan, maupun gaya hidup.
Selain durasi sewa, generasi muda juga semakin selektif dalam memilih hunian. Tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan penghuni Cove pada 2026 adalah fasilitas kamar pribadi yang lengkap dengan persentase 79%, lokasi yang dekat dengan kantor dan transportasi umum sebesar 52%, serta fasilitas bersama seperti gym, rooftop, dan kolam renang sebesar 51%.
Lokasi menjadi faktor yang semakin penting dalam tiga tahun terakhir dengan peningkatan lebih dari 20 poin persentase. Area Jakarta Selatan menjadi kawasan paling diminati dengan 64% preferensi penghuni, disusul Jakarta Pusat sebesar 43% dan Jakarta Barat sebesar 35%.
Tren tersebut juga menunjukkan berkurangnya toleransi terhadap waktu perjalanan panjang. Sebanyak 51% penghuni Cove saat ini merupakan masyarakat yang sebelumnya sudah tinggal di kawasan Jabodetabek, bukan hanya pendatang dari luar daerah.
Dalam memilih hunian, aspek kebersihan dan kualitas perawatan bangunan menjadi perhatian utama. Cove mencatat 52% calon penghuni membatalkan pilihan terhadap hunian lain karena kondisi gedung yang kurang terawat, fasilitas kamar yang tidak memadai, hingga sirkulasi udara yang buruk.
Selain itu, 43% penghuni menilai kelengkapan fasilitas menjadi faktor penting. Kebutuhan seperti Wi-Fi stabil untuk bekerja, area parkir, dan akses lift kini mulai dianggap sebagai standar, bukan lagi sekadar fasilitas tambahan.
Perubahan perilaku tersebut menunjukkan bahwa generasi muda semakin mencari hunian yang mampu menggabungkan kenyamanan, aksesibilitas, serta fleksibilitas dalam satu ekosistem tempat tinggal. (mas)