JAKARTA (IndoTelko) - TransTRACK memperkuat kerja sama teknologi dengan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) untuk mendukung operasional pertambangan yang lebih aman, efisien, dan berbasis data.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Workshop TransTRACK x PPA yang berlangsung pada 1820 Agustus 2026 di Bandung. Kegiatan ini diikuti 42 peserta dari PPA sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan operasional tambang.
Industri pertambangan Indonesia yang terus berkembang mendorong kebutuhan terhadap sistem operasional yang lebih terintegrasi. Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, produksi batu bara nasional mencapai 817,48 juta ton pada 2025, sehingga pengelolaan keselamatan, produktivitas, dan efisiensi menjadi tantangan penting bagi perusahaan.
Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, mengatakan teknologi di sektor pertambangan harus mampu memberikan lebih dari sekadar pemantauan aktivitas lapangan.
“Teknologi perlu membantu perusahaan memahami risiko, mengambil keputusan berbasis data dengan cepat, serta mengantisipasi potensi masalah sebelum berdampak pada operasional,” ujarnya.
TransTRACK telah mendukung kebutuhan operasional PPA sejak 2024. Kerja sama tersebut berkembang dari implementasi teknologi menjadi kolaborasi strategis untuk mengembangkan solusi yang sesuai dengan tantangan di lapangan.
Chief Operating Officer TransTRACK, Ledi Hari Setiawan, menyebut keberlanjutan kerja sama dengan PPA menunjukkan pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
“Bagi kami, mempertahankan pelanggan bukan hanya mengenai penggunaan teknologi, tetapi bagaimana memberikan nilai yang terus berkembang sesuai kebutuhan operasional mereka,” katanya.
Dalam workshop tersebut, PPA mengeksplorasi berbagai solusi teknologi TransTRACK, mulai dari Live Tracking & Monitoring, Driver Scheduling, pemantauan kondisi kendaraan dan jalan, Fuel Management System, hingga Carbon Measurement.
Eksplorasi teknologi juga melibatkan sejumlah mitra seperti Howen Technologies, CO2 Connect, dan Michelin. Selain itu, TransTRACK memperkenalkan TransTRACK Academy untuk membantu pengguna meningkatkan kemampuan dalam mengoptimalkan teknologi yang digunakan.
Department Head SHE Corporate PT Putra Perkasa Abadi, Rozzaq Alhanif Islamudin, mengatakan teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung aspek keselamatan kerja di area pertambangan.
Salah satu penerapan yang telah digunakan PPA adalah Mobile Digital Video Recorder (MDVR) untuk memantau potensi kelelahan operator kendaraan tambang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sebagai dasar pengambilan tindakan pencegahan.
Menurut Rozzaq, TransTRACK tidak hanya berperan sebagai penyedia teknologi, tetapi juga menjadi mitra dalam mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Ke depan, TransTRACK dan PPA akan terus mengeksplorasi pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi kondisi jalan tambang yang berpotensi menimbulkan risiko. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan Good Mining Practice dan meningkatkan standar keselamatan operasional.
Melalui kolaborasi berkelanjutan, TransTRACK dan PPA menargetkan pemanfaatan teknologi yang mampu memberikan dampak nyata terhadap keselamatan, efisiensi, dan produktivitas industri pertambangan Indonesia. (mas)