JAKARTA (IndoTelko) - Program Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation resmi meluluskan lebih dari 3.000 mahasiswa dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) yang telah menyelesaikan pelatihan intensif teknologi digital.
Program kolaborasi antara DBS Foundation dan Dicoding Indonesia tersebut melibatkan peserta dari 354 perguruan tinggi dan 144 SMK di seluruh Indonesia. Acara kelulusan digelar di Astaka Grand Ballroom, ARTOTEL Gelora Senayan, Jakarta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Selain merayakan kelulusan peserta, program ini juga menampilkan sejumlah proyek teknologi terbaik yang dikembangkan peserta melalui capstone project. Sebanyak 10 proyek unggulan dipamerkan, termasuk dua proyek yang dipresentasikan langsung kepada para tamu undangan.
Perkuat Kesiapan Talenta Digital
Coding Camp 2026 dirancang untuk menjawab kebutuhan industri digital yang terus berkembang. Program ini memberikan pembelajaran intensif di bidang Data Science, Full-Stack Web Development, dan AI Engineering.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pembekalan bahasa Inggris, soft skills, kesiapan karier, serta literasi keuangan untuk mendukung kemampuan profesional secara menyeluruh.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dr. Eng. Imam Machdi, mengatakan talenta digital harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi bagi masyarakat.
“Kemajuan teknologi harus digunakan secara bijak untuk menghadirkan manfaat bagi kemanusiaan. Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi bagaimana masyarakat memanfaatkannya,” ujar Imam.
Libatkan Guru SMK dan Perluas Dampak
Pada penyelenggaraan tahun ini, Coding Camp memperluas dampaknya dengan memberikan pelatihan kepada 107 guru SMK. Program tersebut bertujuan membantu tenaga pendidik memperbarui kompetensi teknologi agar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Head of DBS Foundation, Karen Ngui, mengatakan lebih dari 3.000 lulusan Coding Camp 2026 menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menghadapi ekonomi digital.
“Ketika generasi muda diberikan keterampilan dan kesempatan yang tepat, mereka mampu menciptakan perubahan nyata melalui teknologi,” kata Karen.
Sejak bekerja sama dengan Dicoding pada 2023, DBS Foundation menyebut program ini telah menjangkau lebih dari 229.000 generasi muda di Indonesia dengan berbagai pelatihan keterampilan digital.
CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, mengatakan kelulusan peserta bukan hanya akhir dari program pelatihan, tetapi menjadi awal perjalanan untuk terus mengembangkan kemampuan dan menciptakan inovasi berbasis teknologi.
Dorong Akses Teknologi Lebih Merata
Program Coding Camp juga menjadi upaya memperkecil kesenjangan akses pendidikan teknologi di Indonesia. Dalam pelaksanaan 2026, lebih dari 80 persen peserta berasal dari kota kecil dan menengah, sementara sekitar 35 persen peserta merupakan perempuan.
Pelatihan yang berlangsung hingga 946 jam pembelajaran tersebut mencatat tingkat kelulusan sebesar 88,9 persen. Selain peningkatan kemampuan teknis, sebanyak 98 persen lulusan melaporkan peningkatan pemahaman mengenai literasi finansial.
Melalui program ini, DBS Foundation dan Dicoding Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas akses pembelajaran teknologi, meningkatkan kesiapan kerja generasi muda, serta membangun talenta digital yang mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia. (mas)