JAKARTA (IndoTelko) - Greenland International Industrial Center (GIIC) di Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, memperluas penerapan program daur ulang air untuk mendukung pengembangan kawasan industri yang lebih berkelanjutan.
Kawasan industri yang dikelola PT Puradelta Lestari Tbk., anak usaha Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation, telah menjalankan program daur ulang air sejak 2025 sebagai upaya mengurangi penggunaan air tawar sekaligus memperkuat ketahanan pasokan air bagi para tenant.
Amazon Web Services (AWS) menjadi tenant pertama yang memanfaatkan air hasil daur ulang dari fasilitas GIIC untuk kebutuhan operasional, khususnya pendinginan pusat data.
Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk., Hongky J. Nantung, mengatakan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan GIIC.
“Program daur ulang air ini menunjukkan bagaimana infrastruktur berkelanjutan dapat membantu mengurangi konsumsi air tawar sekaligus mendukung pertumbuhan industri dalam jangka panjang,” ujar Hongky.
Kapasitas Olah Air Capai 8.000 Meter Kubik per Hari
Fasilitas Instalasi Pengolahan Air Daur Ulang GIIC memiliki kapasitas pengolahan hingga 8.000 meter kubik per hari. Dari fasilitas tersebut, sekitar 60 persen air hasil pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kawasan dapat digunakan kembali untuk kebutuhan utilitas industri.
Air daur ulang yang dihasilkan telah memenuhi standar pemerintah Indonesia, termasuk ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014.
Melalui sistem pengolahan dan pemanfaatan kembali air limbah, GIIC berupaya mengurangi ketergantungan terhadap sumber air tawar sekaligus menyediakan alternatif pasokan air bagi kegiatan industri.
Dukung Operasional Pusat Data AWS
Director for Data Center Operations AWS APJC, Saji PK, mengatakan pemanfaatan air daur ulang menjadi salah satu strategi perusahaan dalam mengurangi penggunaan air bersih untuk kebutuhan operasional pusat data.
AWS memiliki target global untuk mengembalikan lebih banyak air kepada masyarakat dibandingkan jumlah yang digunakan dalam operasional pada 2030. Saat ini, perusahaan menyebut telah mencapai sekitar 75 persen dari target tersebut.
Menurut AWS, penggunaan air daur ulang tidak hanya membantu mengurangi tekanan terhadap sumber daya air, tetapi juga mendukung penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan air industri.
GIIC Bangun Ekosistem Industri Hijau
GIIC merupakan bagian dari Kota Deltamas, kawasan terpadu seluas sekitar 2.200 hektare yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land bersama Sojitz Corporation.
Selain fasilitas daur ulang air, kawasan ini dilengkapi berbagai infrastruktur berkelanjutan, seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah terpadu, Water Treatment Plant (WTP) terpusat, pemanfaatan energi terbarukan melalui panel surya, program listrik hijau PLN, serta ruang terbuka hijau.
Dari sisi konektivitas, GIIC memiliki akses langsung menuju Jalan Tol JakartaCikampek melalui beberapa titik akses, termasuk interchange KM 31 dan KM 42.
Kawasan ini juga didukung berbagai fasilitas penunjang, mulai dari institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan, hingga area olahraga dan rekreasi.
Melalui pengembangan infrastruktur hijau tersebut, GIIC menargetkan menjadi salah satu kawasan industri yang mampu mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. (mas)