☰
✕

Meta ungkap tren belanja baru di era AI

JAKARTA (IndoTelko) - Meta mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan (AI), peran kreator digital, dan perdagangan berbasis media sosial menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis di kawasan Asia Pasifik.

Dalam pemaparan regional, Vice President Asia Pacific Meta, Benjamin Joe, menyampaikan bahwa perilaku konsumen di kawasan ini telah mengalami perubahan signifikan. Media sosial kini tidak hanya menjadi tempat berinteraksi, tetapi juga menjadi ruang utama bagi masyarakat menemukan hingga membeli produk.

“Ini bukan sekadar kumpulan produk. Kami membangun ekosistem yang membantu pengguna menemukan produk, mendapatkan informasi, hingga melakukan transaksi dalam satu rangkaian pengalaman,” ujar Joe.

Menurut Meta, konsumen Asia Pasifik memiliki karakteristik kuat dalam aktivitas belanja digital. Sekitar separuh konsumen di kawasan tersebut menemukan dan membeli produk melalui media sosial, sementara sebagian besar pengguna rutin menyaksikan siaran langsung (livestream) setiap pekan.

Meta juga melihat tingkat kepercayaan terhadap rekomendasi kreator di Asia Pasifik lebih tinggi dibandingkan kawasan lain. Kondisi tersebut membuat kreator memiliki peran strategis dalam membantu bisnis menjangkau konsumen.

AI Mulai Menjadi Infrastruktur Bisnis

Meta menilai penggunaan AI telah bergeser dari tahap percobaan menjadi bagian dari strategi utama perusahaan. Pelaku bisnis kini mulai memanfaatkan AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perencanaan kampanye, pembuatan konten, hingga layanan pelanggan.

Teknologi AI juga digunakan Meta untuk meningkatkan sistem periklanan melalui model bahasa besar (Large Language Model/LLM), sehingga mampu memperbaiki relevansi iklan dan meningkatkan peluang konversi di platform Facebook dan Instagram.

Meta mencatat sebanyak 9 juta usaha kecil telah menggunakan fitur kreatif berbasis AI generatif untuk membuat materi iklan. Selain itu, penggunaan fitur pembuatan gambar berbasis AI juga terus mengalami peningkatan.

Secara keseluruhan, Meta menyebut pertumbuhan bisnisnya terus didorong oleh ekosistem digital yang mencakup miliaran pengguna di seluruh dunia.

Perdagangan Digital dan Peran Kreator

Selain AI, Meta memperkuat berbagai fitur yang menghubungkan kreator, bisnis, dan konsumen. Salah satunya melalui program affiliate yang memungkinkan kreator memperoleh komisi dari produk yang direkomendasikan melalui konten.

Di Asia Pasifik, lebih dari 10 juta kreator telah menghubungkan akun Facebook mereka dengan program affiliate. Dalam satu bulan terakhir, kreator memperoleh lebih dari US$24 juta dalam bentuk komisi melalui konten affiliate di Facebook.

Meta juga mengembangkan fitur tag produk pada konten, iklan kemitraan antara brand dan kreator, serta layanan Meta Business Agent berbasis AI yang membantu bisnis menangani pertanyaan pelanggan, tindak lanjut, hingga pemesanan secara otomatis.

Layanan Meta Business Agent telah digunakan oleh sekitar 1 juta bisnis secara global melalui WhatsApp dan Messenger, serta akan diperluas ke Instagram.

Perkuat Keamanan dan Dukungan UMKM

Di sisi lain, Meta menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan ekosistem digital. Perusahaan menyebut telah menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan dan menonaktifkan jutaan akun yang terkait aktivitas penipuan di platformnya.

Meta juga menjalankan berbagai program edukasi dan pelatihan bagi pelaku usaha kecil melalui Small Business Growth Academy untuk membantu UMKM memahami pemanfaatan teknologi AI.

Melalui kombinasi AI, kreator, dan perdagangan digital, Meta menargetkan dapat menjadi platform yang membantu berbagai skala bisnis, mulai dari pengusaha individu hingga perusahaan besar, dalam menemukan pelanggan dan mengembangkan bisnis di era digital. (mas)