☰
✕

Huawei dorong konektivitas aman dan cerdas di Asia Pasifik

JAKARTA (IndoTelko) - Huawei memperkenalkan peningkatan solusi Xinghe Intelligent Network dalam ajang Huawei Network Summit 2026 Asia-Pacific yang berlangsung di Bali. Mengusung konsep “Secure and Intelligent Connectivity” atau konektivitas aman dan cerdas, solusi ini dirancang untuk mendukung percepatan transformasi digital industri di tengah meningkatnya adopsi artificial intelligence (AI).

Konferensi tersebut dihadiri lebih dari 500 pemimpin industri, pakar teknologi, serta mitra ekosistem dari kawasan Asia Pasifik. Dalam forum ini, Huawei membahas perubahan kebutuhan infrastruktur jaringan akibat semakin luasnya penggunaan agen AI di berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, keuangan, hingga tata kelola perkotaan.

President of Huawei Data Communication Product Line Leon Wang mengatakan, perkembangan AI mendorong perubahan besar dalam pengelolaan jaringan. Menurutnya, jaringan masa depan harus mampu mendukung kebutuhan komputasi tinggi, menjaga keamanan data, serta menyediakan layanan yang stabil bagi berbagai industri.

“Gelombang AI global mengubah cara industri beroperasi. Jaringan perlu berkembang menjadi infrastruktur yang lebih cerdas, aman, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan baru,” ujar Leon.

Huawei menilai meningkatnya penggunaan agen AI juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait stabilitas jaringan dan ancaman keamanan siber. Karena itu, solusi Xinghe Intelligent Network dikembangkan dengan peningkatan kemampuan kecerdasan buatan dan perlindungan keamanan menyeluruh.

Vice President of Huawei Data Communication Product Line John Cai menjelaskan, peningkatan solusi Xinghe berfokus pada dua aspek utama, yakni memperluas pemanfaatan AI dalam operasional jaringan serta memperkuat keamanan dari perangkat hingga sistem secara menyeluruh.

Solusi terbaru tersebut mencakup beberapa teknologi utama, seperti Xinghe AI Fabric 2.0, Xinghe Intelligent WAN, Xinghe AI Campus, dan Xinghe AI Network Security.

Pada sektor pusat data, Xinghe AI Fabric 2.0 dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi AI dengan meningkatkan efisiensi jaringan, mempercepat analisis gangguan, serta memperkuat ketahanan infrastruktur. Teknologi ini ditujukan untuk membantu perusahaan menjalankan aplikasi AI dengan performa lebih optimal.

Sementara itu, Xinghe Intelligent WAN menghadirkan sistem keamanan jaringan yang lebih adaptif terhadap ancaman siber modern. Huawei juga memperkenalkan teknologi keamanan kuantum terintegrasi untuk membantu perusahaan membangun jaringan yang lebih tahan terhadap perkembangan ancaman digital.

Untuk kebutuhan perusahaan dan institusi pendidikan, Xinghe AI Campus menawarkan jaringan berbasis AI dengan dukungan Wi-Fi 7 Advanced, sistem deteksi anomali otomatis, serta kemampuan pengelolaan jaringan secara cerdas.

Di sisi keamanan, Huawei menghadirkan Xinghe AI Network Security dengan pendekatan “memerangi AI dengan AI”. Teknologi tersebut memanfaatkan kemampuan AI untuk mendeteksi ancaman baru, termasuk serangan berbasis model bahasa besar (LLM) dan risiko keamanan API.

Selain solusi enterprise, Huawei juga memperkenalkan lebih dari 20 produk jaringan eKit terbaru untuk mendukung kebutuhan usaha kecil dan menengah (UKM). Produk tersebut mencakup perangkat gateway, switch, serta solusi konektivitas aman untuk berbagai sektor seperti ritel, pendidikan, perkantoran, dan perhotelan.

Melalui peluncuran Xinghe Intelligent Network yang diperbarui, Huawei menegaskan komitmennya membangun fondasi jaringan yang mampu mendukung perkembangan industri cerdas di Asia Pasifik. Perusahaan menargetkan solusi ini dapat membantu pelanggan dan mitra menghadapi era AI dengan infrastruktur digital yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. (mas)