☰
✕

5 strategi Jobstreet agar pencari kerja lebih kuat negosiasi gaji

JAKARTA (IndoTelko) - Pencari kerja di Indonesia kini dituntut lebih aktif memahami nilai profesional mereka di tengah persaingan pasar tenaga kerja yang semakin dinamis. Jobstreet by SEEK menilai kemampuan membaca standar kompensasi dan melakukan negosiasi gaji menjadi faktor penting agar talenta tidak menerima tawaran di bawah nilai pasar.

Memasuki momentum Hari Kemerdekaan Indonesia, Jobstreet mengangkat isu “kemerdekaan” dalam dunia kerja, yakni kebebasan bagi pekerja untuk memperoleh penghargaan yang sesuai dengan kompetensi, pengalaman, dan kontribusi mereka.

Menurut Jobstreet, masih banyak kandidat yang menghadapi tantangan dalam proses rekrutmen, mulai dari tawaran kompensasi yang tidak sesuai standar industri, kesenjangan gaji, hingga proses wawancara panjang yang berakhir tanpa kesesuaian ekspektasi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Jobstreet membagikan lima strategi yang dapat membantu pencari kerja memiliki posisi tawar lebih kuat.

Langkah pertama adalah memahami standar gaji berdasarkan data pasar. Kandidat disarankan tidak hanya mengandalkan informasi informal dari lingkungan sekitar, tetapi menggunakan referensi yang mempertimbangkan faktor jabatan, pengalaman, industri, dan lokasi kerja.

Kedua, pencari kerja perlu melakukan penyaringan sejak awal agar tidak menghabiskan waktu dalam proses rekrutmen yang tidak sesuai. Dengan mengetahui kisaran kompensasi sebelum melamar, kandidat dapat menentukan apakah sebuah posisi sesuai dengan ekspektasi mereka.

Ketiga, transparansi data gaji dinilai menjadi salah satu cara untuk mengurangi kesenjangan kompensasi. Informasi yang lebih terbuka mengenai standar industri dapat mendorong perusahaan memberikan penawaran berdasarkan kompetensi, bukan sekadar hasil negosiasi individu.

Jobstreet juga menyediakan fitur Jelajah Gaji atau Salary Exploration Tool yang memungkinkan pengguna melihat gambaran kompensasi berdasarkan posisi, industri, pengalaman, serta wilayah kerja di Indonesia.

Selain memahami data pasar, kandidat juga perlu menjadikan informasi tersebut sebagai dasar saat melakukan negosiasi. Ketika ditanya mengenai ekspektasi gaji, pencari kerja dapat memberikan jawaban berdasarkan referensi pasar agar pembahasan berjalan lebih profesional.

Jobstreet menilai penggunaan data dalam proses negosiasi dapat membantu kandidat menunjukkan pemahaman terhadap nilai kompetensinya sekaligus membangun komunikasi yang lebih objektif dengan perusahaan.

Dengan semakin kompleksnya dunia kerja, kemampuan mengelola informasi karier menjadi bagian penting bagi talenta Indonesia. Pemahaman terhadap standar kompensasi diharapkan dapat membantu pekerja mengambil keputusan yang lebih tepat dan mendapatkan apresiasi yang sesuai. (mas)