JAKARTA (IndoTelko) All Nippon Airways (ANA) memperkuat infrastruktur digital melalui pemanfaatan Equinix Fabric untuk membangun hub jaringan cloud terpusat yang memangkas waktu penyediaan jaringan hingga sekitar 80%.
Transformasi tersebut memangkas proses penyediaan jaringan dari hitungan bulan menjadi beberapa minggu. ANA mengambil langkah tersebut untuk mengantisipasi pertumbuhan volume data global yang diproyeksikan meningkat hingga 10 kali lipat.
Melalui infrastruktur baru, ANA dapat mempercepat pengembangan dan pengujian aplikasi sekaligus meningkatkan fleksibilitas bisnis. Infrastruktur tersebut juga menjadi fondasi layanan digital generasi berikutnya, termasuk reservasi, proses boarding, komunikasi pelanggan, dan sistem operasional.
ANA mengoperasikan sekitar 280 pesawat dengan lebih dari 200 rute domestik dan internasional. Skala operasional tersebut membutuhkan infrastruktur konektivitas yang mampu memenuhi kebutuhan jaringan secara cepat dan stabil.
Sebelumnya, ANA mengandalkan arsitektur jaringan tradisional yang menggunakan sirkuit khusus untuk setiap sistem. Model tersebut semakin kompleks dan membutuhkan biaya lebih besar seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas.
Manager IT Infrastructure Team Digital Governance Department Digital Transformation Division All Nippon Airways, Jun Nakazato, mengatakan ANA membutuhkan jaringan yang lebih fleksibel untuk mendukung ekspansi bisnis.
“Equinix Fabric menghadirkan fondasi dinamis yang memungkinkan kami melakukan skalabilitas secara fleksibel. Equinix bukan hanya penyedia teknologi, tetapi mitra strategis dalam modernisasi sistem global kami,” ujar Jun.
Melalui Equinix Fabric, ANA membangun jaringan berbasis perangkat lunak (software-defined) yang menyediakan konektivitas aman dan sesuai kebutuhan ke berbagai layanan cloud, termasuk Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud.
Arsitektur tersebut mengurangi kebutuhan ANA untuk menambah infrastruktur fisik ketika membutuhkan koneksi baru. Sistem tersebut juga mendukung percepatan adopsi analitik tingkat lanjut, otomatisasi, serta pengembangan beban kerja berbasis kecerdasan buatan (AI).
Selain meningkatkan kecepatan operasional, ANA memperkirakan arsitektur baru tersebut dapat menekan total biaya kepemilikan hingga 30% dalam periode lima tahun.
Managing Director Japan Equinix, Kuniko Ogawa, mengatakan implementasi Equinix Fabric menunjukkan perusahaan dapat meningkatkan kapabilitas infrastruktur digital tanpa harus mengganti seluruh sistem yang telah digunakan.
“Transformasi ini membantu ANA membangun fondasi digital yang siap menghadapi kebutuhan data masa depan sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi penumpang,” kata Kuniko.
Melalui hub jaringan cloud terpusat, ANA menargetkan peningkatan agilitas bisnis sekaligus mempercepat penyediaan layanan digital yang aman dan terintegrasi bagi pelanggan di berbagai wilayah. (mas)