☰
✕

Nojorono gandeng PFI dorong kreativitas fotografi

JAKARTA (IndoTelko) - PT Nojorono Tobacco International kembali membuka ruang kreativitas bagi insan media melalui kompetisi fotografi bertajuk “Berkarya Lewat Lensa” bekerja sama dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati perjalanan 94 tahun Nojorono Kudus dengan mengangkat tema “Menjaga Warisan, Selaras Dengan Waktu”. Melalui kompetisi tersebut, peserta diajak menyampaikan cerita dan perspektif melalui karya visual yang autentik.

Kompetisi ini terbagi dalam dua kategori, yakni kategori Jurnalis yang diperuntukkan bagi pewarta foto dan insan pers, serta kategori Umum bagi masyarakat luas termasuk citizen journalist.

Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia, Dwi Pambudo, mengatakan penilaian kompetisi tidak hanya berfokus pada aspek teknis fotografi, tetapi juga kemampuan peserta dalam menerjemahkan pesan dan cerita melalui visual.

“Melalui kompetisi ini, kami ingin membuka ruang lebih luas bagi jurnalis dan pewarta foto untuk mengeksplorasi sudut pandang, kreativitas, serta kekuatan visual dalam bercerita,” ujar Dwi.

Menurutnya, fotografi jurnalistik memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi karena mampu merekam peristiwa sekaligus menghadirkan perspektif yang lebih mendalam kepada masyarakat.

Corporate Communication PT Nojorono Tobacco International, Eliza Susanto, mengatakan karya visual memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan di era informasi saat ini.

“Kami percaya cerita yang kuat lahir dari kebebasan bereksplorasi. Kreativitas visual menjadi bagian penting dalam menyampaikan warta masa kini,” kata Eliza.

Eliza menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi perusahaan terhadap insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam perjalanan Nojorono.

“Perjalanan Nojorono menuju usia satu abad tidak lepas dari dukungan rekan-rekan media. Kami mengapresiasi sinergi positif yang terus terjalin hingga saat ini,” ujarnya.

Melalui “Berkarya Lewat Lensa”, Nojorono berharap dapat mendorong lahirnya karya fotografi yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu memperkaya narasi jurnalistik Indonesia. (mas)