☰
✕

Mandiri Investasi bawa investasi emas ke bursa

JAKARTA (IndoTelko) - PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas dengan kode perdagangan XMES yang mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

XMES menjadi salah satu produk ETF emas yang tercatat di BEI dan memberikan alternatif bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap emas tanpa harus membeli serta menyimpan emas fisik secara langsung.

Peluncuran XMES dilakukan dalam rangkaian seremoni pembukaan perdagangan BEI untuk memperingati 49 tahun pengaktifan kembali pasar modal Indonesia. Acara tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta lembaga pendukung pasar modal.

Direktur Utama Mandiri Investasi, Hardiyanto Pilia, mengatakan kehadiran XMES menjawab perubahan kebutuhan investor yang semakin mencari instrumen investasi berbasis aset riil dengan proses yang lebih praktis dan transparan.

“Emas sudah lama menjadi pilihan investasi masyarakat. Kini tantangannya adalah menyediakan akses investasi emas melalui instrumen yang efisien dan sesuai dengan kebutuhan investor modern,” ujar Hardiyanto.

XMES menggunakan emas fisik sebagai aset dasar (underlying asset) dengan tingkat kemurnian minimal 99,9% untuk emas bersertifikasi SNI atau 99,5% untuk emas berstandar internasional LBMA Certified.

Dalam pengelolaannya, minimal 95% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) XMES ditempatkan pada emas fisik. Sementara maksimal 5% dialokasikan pada instrumen pasar uang syariah, deposito syariah, dan kas sesuai ketentuan yang berlaku.

Produk ini juga melibatkan sejumlah mitra, yaitu Deutsche Bank A.G. Cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian, PT Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan, serta PT Pegadaian sebagai penyedia dan penyimpan emas.

Dorong Diversifikasi Portofolio Investor

Mandiri Investasi menilai emas masih memiliki daya tarik sebagai aset investasi jangka panjang. Berdasarkan kajian internal perusahaan hingga Juni 2026, emas mencatatkan rata-rata imbal hasil sekitar 9,9% per tahun dalam periode 20 tahun terakhir dan sekitar 18% per tahun dalam lima tahun terakhir.

Direktur Investasi Mandiri Investasi, Ernawan R. Salimsyah, CFA, mengatakan karakteristik emas yang berbeda dibanding aset investasi lainnya membuat komoditas tersebut dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio.

“Emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding instrumen lain dan secara historis cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan. Karena itu, emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyeimbangkan portofolio jangka panjang,” jelas Ernawan.

Unit XMES kini dapat diperdagangkan di pasar sekunder melalui mekanisme perdagangan saham. Investor dapat melakukan transaksi melalui bursa tanpa perlu mengelola penyimpanan emas secara mandiri.

Selain itu, XMES diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

Mandiri Investasi menargetkan dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) XMES mencapai Rp1 triliun dalam jangka panjang. Perusahaan optimistis pertumbuhan tersebut akan didukung meningkatnya pemahaman investor terhadap produk ETF emas serta perkembangan ekosistem investasi emas di Indonesia.

Menurut Ernawan, keberhasilan XMES tidak hanya diukur dari besarnya dana kelolaan, tetapi juga dari kemampuan produk tersebut membuka akses investasi emas yang lebih mudah bagi masyarakat. (mas)