☰
✕

UniPin apresiasi pedoman KONI cegah kekerasan seksual di Esports

JAKARTA (IndoTelko) UniPin mendukung penyusunan pedoman pencegahan kekerasan seksual yang tengah disiapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sebagai upaya membangun ekosistem gaming dan esports yang aman, inklusif, dan bebas dari pelecehan seksual.

Komitmen tersebut disampaikan melalui partisipasi UniPin dalam Forum Pencegahan Kekerasan Seksual di Industri Olahraga yang diselenggarakan KONI Pusat di Jakarta. Forum itu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan olahraga untuk memberikan masukan dalam penyusunan pedoman pencegahan pelecehan seksual di lingkungan olahraga Indonesia.

Forum yang dipimpin Wakil Ketua Umum VI KONI Pusat Josef Adrianus Nae Soi menghasilkan kesepahaman mengenai pentingnya regulasi yang tegas, mekanisme perlindungan yang jelas, serta penegakan sanksi yang memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan seksual.

Wakil Ketua Umum VI KONI Pusat Josef Adrianus Nae Soi menegaskan olahraga menjunjung tinggi nilai sportivitas, rasa hormat, dan kemanusiaan sehingga tidak boleh menjadi ruang bagi segala bentuk kekerasan maupun pelecehan.

“Hari ini kita diskusi tentang tema yang sangat menarik, saya melihat dari aspek idealis, realitas, dan fleksibilitas. Ini tidak perlu terjadi apabila mereka mengerti apa itu olahraga,” ujarnya.

Mewakili cabang olahraga esports, SVP Community and Media Networks UniPin Global sekaligus Ketua Bidang Komunikasi PB Esports Indonesia Debora Imanuella mengatakan pelecehan seksual masih menjadi tantangan di industri gaming dan esports. Bentuknya meliputi cat calling, komentar bernuansa seksual, pelecehan verbal di dalam gim (in-game harassment), intimidasi, penyalahgunaan relasi kuasa, hingga kekerasan fisik.

“Pelecehan seksual dalam bentuk apa pun tidak boleh lagi dianggap sebagai bagian dari budaya kompetitif di industri olahraga, termasuk Gaming dan Esports. Industri Gaming dan Esports harus menjadi ruang yang aman bagi semua orang. Tidak ada prestasi yang sebanding dengan hilangnya rasa aman seseorang,” katanya.

Debora mengapresiasi langkah KONI Pusat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan pedoman tersebut sebagai landasan membangun ekosistem olahraga yang lebih sehat, inklusif, dan berintegritas.

Sebagai bentuk komitmen, UniPin melalui UniPin Community telah menjalankan sejumlah program untuk mendorong terciptanya lingkungan gaming yang aman dan setara. Sejak 2021, perusahaan menggelar Charity Match Kartini Day Ladies Showdown bersama Riot Games Southeast Asia untuk meningkatkan partisipasi perempuan di dunia esports sekaligus mengampanyekan lingkungan bermain yang bebas dari pelecehan dan diskriminasi.

Komitmen tersebut dilanjutkan melalui kampanye Girls Can Compete bersama MPL Indonesia pada 2022 yang mendorong lebih banyak perempuan berpartisipasi dalam kompetisi esports, serta menghadirkan UniPin Ladies Series (ULS) sebagai turnamen esports khusus perempuan yang menyediakan ruang kompetisi yang aman dan inklusif.

SVP Community and Media Networks UniPin Global sekaligus Ketua Bidang Komunikasi PB Esports Indonesia Debora Imanuella menilai pedoman yang tengah disusun KONI Pusat perlu diikuti edukasi berkelanjutan, mekanisme pelaporan yang mudah diakses, perlindungan terhadap korban, serta penegakan sanksi yang konsisten.

“Pedoman yang sedang disusun oleh KONI Pusat merupakan langkah yang sangat penting. Harapannya, pedoman ini tidak berhenti sebagai dokumen kebijakan, tetapi benar-benar diterapkan sehingga setiap insan olahraga, termasuk di Esports, memiliki rasa aman, dihormati, dan terlindungi dari segala bentuk pelecehan. Menciptakan safe sport dan safe gaming ecosystem merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutup Debora.

Melalui keterlibatan dalam forum tersebut, UniPin menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, organisasi olahraga, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem gaming dan esports yang menjunjung tinggi keamanan, kesetaraan, keberagaman, dan saling menghormati.(pg)