☰
✕

Kemnaker dan Huawei perluas program pelatihan, magang, dan Campus Hiring

JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) menjalin kerja sama dengan PT Huawei Tech Investment dalam bidang pendidikan, pengembangan kompetensi, dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang berlangsung di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani kedua pihak pada April 2025 terkait sinergi pengembangan SDM di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan kemitraan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri. Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Melalui kerja sama ini, program yang telah disepakati di tingkat kementerian dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata yang langsung dirasakan dosen dan mahasiswa,” ujarnya.

Kerja sama mencakup tiga bidang utama. Pertama, penguatan pendidikan dan pengajaran melalui keterlibatan praktisi industri sebagai dosen praktisi, penyelarasan kurikulum, kunjungan industri, serta penyediaan fasilitas praktik. Kedua, peningkatan kompetensi SDM melalui berbagai program pelatihan, termasuk Training to Trainer dari Huawei ICT Academy bagi para dosen. Ketiga, pemberdayaan SDM melalui program magang, informasi peluang kerja, hingga kegiatan campus hiring.

Cris menambahkan, kolaborasi ini akan memberikan manfaat bagi seluruh program studi di Polteknaker, mulai dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Relasi Industri, hingga Manajemen Sumber Daya Manusia. Mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan dunia kerja modern dan transformasi digital di berbagai sektor.

Menurutnya, pengembangan kompetensi tenaga kerja merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi peningkatan daya saing Indonesia di masa depan.

“Kami tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga menyiapkan manusia yang mampu bekerja secara profesional, aman, dan memiliki kesempatan berkembang secara berkelanjutan,” kata Cris.

Melalui kolaborasi ini, Kemnaker dan Huawei berharap dapat memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri sekaligus mendukung terciptanya talenta digital yang siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi teknologi. (mas)