☰
✕

Pengguna Steam diincar Malware berkedok Wallpaper

JAKARTA (IndoTelko) - Peneliti Kaspersky mengungkap kampanye malware yang memanfaatkan Steam Workshop dan aplikasi Wallpaper Engine untuk menyebarkan perangkat lunak berbahaya yang menyamar sebagai wallpaper desktop.

Serangan ini menargetkan pengguna platform Steam dengan tujuan utama mencuri akun gim serta menginstal malware tambahan pada perangkat korban.

Steam Workshop merupakan fitur bawaan Steam yang memungkinkan pengguna menemukan dan mengelola konten buatan komunitas, seperti modifikasi gim, peta kustom, hingga wallpaper interaktif. Sementara itu, Wallpaper Engine menjadi salah satu aplikasi populer di Steam yang memungkinkan pengguna memasang wallpaper animasi dalam berbagai format, termasuk aplikasi yang dapat dijalankan langsung di sistem operasi Windows.

Menurut Kaspersky, kemampuan menjalankan aplikasi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk menyisipkan file berbahaya ke dalam paket wallpaper yang tampak sah. Peneliti menemukan puluhan paket wallpaper terinfeksi yang telah diunduh ribuan hingga puluhan ribu kali.

Pengguna di China dan Rusia menjadi target utama kampanye ini. Namun, korban juga ditemukan di sejumlah negara lain, seperti Singapura, Hong Kong, Jerman, Vietnam, India, dan Kanada.

Kaspersky mengidentifikasi dua metode utama penyebaran malware. Pertama, pelaku menyisipkan file eksekusi, pustaka dinamis (DLL), dan skrip berbahaya secara langsung ke dalam paket wallpaper. Kedua, malware disembunyikan dalam arsip yang diproteksi kata sandi, dengan informasi kata sandi disematkan pada nama file atau konfigurasi paket.

Setelah wallpaper dipasang, malware akan dijalankan secara otomatis tanpa disadari pengguna.

Salah satu sampel yang ditemukan pada Desember 2025 tampak berfungsi normal dengan menampilkan gim desktop sederhana. Namun, di balik layar, paket tersebut menginstal backdoor DarkKomet dan pustaka modifikasi yang dirancang untuk mengumpulkan informasi akun serta membajak sesi Steam yang sedang aktif.

Selain DarkKomet, Kaspersky juga mendeteksi penggunaan malware lain dalam kampanye ini, termasuk infostealer Lumma, Vidar, dan loader RenEngine.

Peneliti menduga serangan ini dilakukan oleh beberapa pelaku kejahatan siber yang berbeda, bukan oleh satu kelompok tunggal.

Pakar keamanan siber Kaspersky, Maxim Starodubov, mengatakan serangan tersebut memanfaatkan tingkat kepercayaan pengguna terhadap platform yang sah.

“Platform tepercaya dapat disalahgunakan untuk mendistribusikan malware. Pelaku memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap konten yang tersedia di dalam ekosistem resmi untuk menjangkau lebih banyak korban,” ujarnya.

Kaspersky mengimbau pengguna Steam untuk hanya mengunduh konten dari kreator tepercaya, memeriksa ulasan dan reputasi konten sebelum memasang wallpaper atau modifikasi, serta memastikan solusi keamanan pada perangkat selalu diperbarui untuk mendeteksi potensi ancaman. (mas)