☰
✕

Streaming olahraga makin populer, data center kian vital

JAKARTA (IndoTelko) Pertumbuhan konsumsi layanan streaming olahraga dan hiburan di Indonesia mendorong kebutuhan akan infrastruktur digital yang semakin andal. Di balik pengalaman menonton siaran langsung yang lancar dan berkualitas tinggi, pusat data serta konektivitas berlatensi rendah menjadi fondasi utama yang memungkinkan distribusi konten ke jutaan penonton secara real-time.

Sales Director Equinix Indonesia, Deon Montasser, mengatakan meningkatnya ekspektasi pengguna terhadap kualitas layanan streaming membuat penyiar, platform digital, dan berbagai mitra ekosistem harus memastikan ketersediaan infrastruktur yang mampu mendukung distribusi konten dalam skala besar.

Menurutnya, tren tersebut semakin relevan di Indonesia yang saat ini menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Tingginya penetrasi smartphone, semakin luasnya akses internet, serta meningkatnya konsumsi video digital menjadi pendorong utama pertumbuhan layanan streaming di Tanah Air.

“Penonton saat ini mengharapkan pengalaman menonton yang lancar di berbagai perangkat dengan kualitas tinggi dan jeda waktu yang sangat minim,” ujar Deon.

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga berskala global, seperti Piala Dunia FIFA, membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang kompleks. Proses distribusi siaran langsung harus mampu menangani jutaan penonton secara bersamaan dengan latensi serendah mungkin agar pengalaman menonton tetap optimal.

Dalam ekosistem streaming modern, pusat data berperan sebagai fondasi yang menghubungkan seluruh rantai distribusi konten, mulai dari pengambilan gambar di lokasi pertandingan, pengolahan dan pengeditan konten, hingga distribusi ke berbagai platform digital.

Tantangan utama dalam siaran olahraga adalah menjaga pengalaman real-time. Berbeda dengan layanan hiburan lain seperti streaming musik yang dapat dinikmati kapan saja, pertandingan olahraga memiliki nilai utama pada momen yang berlangsung secara langsung dan serentak di seluruh dunia.

Karena itu, penyiar dan platform streaming kini semakin mengadopsi model infrastruktur hybrid yang mengombinasikan layanan colocation dan cloud. Pendekatan tersebut memungkinkan peningkatan kapasitas secara fleksibel tanpa harus membangun infrastruktur permanen yang membutuhkan investasi besar.

Deon menjelaskan bahwa keberhasilan distribusi siaran langsung juga bergantung pada kolaborasi berbagai pihak dalam ekosistem digital. Penyedia layanan jaringan dan internet berperan menghadirkan konektivitas berlatensi rendah, sementara penyedia cloud menyediakan kapasitas komputasi yang fleksibel untuk mendukung proses produksi dan pengelolaan konten.

Di sisi lain, penyedia konten dan platform streaming bertanggung jawab dalam mendistribusikan siaran kepada pengguna melalui berbagai kanal digital. Untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga, mereka memanfaatkan Content Delivery Network (CDN) dan internet peering guna mempercepat pengiriman konten ke pengguna akhir.

Menurut Deon, semakin tingginya adopsi layanan streaming di Indonesia membuat kebutuhan akan ekosistem digital yang saling terhubung menjadi semakin penting. Kolaborasi yang efisien antara penyiar, operator jaringan, penyedia cloud, dan platform distribusi menjadi faktor kunci dalam menghadirkan pengalaman digital yang konsisten selama berlangsungnya acara berskala besar.

“Menempatkan infrastruktur di lingkungan yang memiliki tingkat interkoneksi tinggi memungkinkan pelaku industri menyederhanakan konektivitas sekaligus meningkatkan performa layanan,” katanya.

Sebagai penyedia infrastruktur digital global, Equinix melihat kebutuhan terhadap pusat data dan konektivitas akan terus meningkat seiring berkembangnya industri streaming olahraga dan hiburan di Indonesia. Kehadiran ekosistem digital yang terintegrasi dinilai menjadi fondasi penting untuk mendukung berbagai pengalaman digital, mulai dari turnamen olahraga internasional hingga ajang hiburan berskala nasional.

Dengan semakin tingginya konsumsi konten digital, infrastruktur data center, cloud, jaringan, dan interkoneksi diperkirakan akan menjadi faktor strategis yang menentukan kualitas pengalaman pengguna di masa mendatang. (mas)