☰
✕

Telkom dorong kepemimpinan Perempuan

JAKARTA (IndoTelko) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Melalui inisiatif GoZero% dan pilar Empower Our People, TelkomGroup mengimplementasikan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi untuk memperkuat daya saing organisasi di era transformasi digital.

Perusahaan memandang kesetaraan gender sebagai fondasi penting dalam menciptakan organisasi yang inklusif dan inovatif. Hal ini tercermin dari meningkatnya keterwakilan perempuan di berbagai level organisasi. Hingga 2025, proporsi karyawan perempuan mencapai lebih dari 30 persen, dengan sebagian di antaranya telah menempati posisi manajerial dan kepemimpinan.

Ke depan, TelkomGroup menargetkan peningkatan peran perempuan, baik dari sisi jumlah maupun kontribusi di level strategis. Upaya ini mencakup perluasan akses perempuan ke fungsi bisnis utama serta bidang teknologi seperti STEM, yang selama ini masih didominasi laki-laki.

Penguatan peran perempuan juga terlihat dari hadirnya sosok Dian Siswarini di pucuk pimpinan perusahaan. Kepemimpinan ini menjadi representasi nyata bagaimana perempuan berperan dalam mendorong transformasi digital sekaligus membangun budaya kerja yang inklusif.

Selain meningkatkan representasi, TelkomGroup juga menghadirkan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas perempuan melalui berbagai fasilitas, seperti layanan penitipan anak dan ruang laktasi. Inisiatif ini ditujukan untuk memastikan keseimbangan antara peran profesional dan personal dapat berjalan optimal.

Semangat pemberdayaan perempuan yang diusung perusahaan juga sejalan dengan nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini yang terus relevan hingga saat ini. Dalam konteks modern, akses terhadap teknologi dan informasi menjadi kunci untuk membuka lebih banyak peluang bagi perempuan dalam berbagai sektor.

Melalui pendekatan yang terintegrasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat budaya kerja yang inklusif serta mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja organisasi, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya ekosistem bisnis yang lebih berkelanjutan. (mas)