JAKARTA (IndoTelko) - Di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, Bitcoin menunjukkan performa positif. Dalam dua bulan terakhir, aset kripto ini tercatat naik sekitar 12% dan diperdagangkan di kisaran US$70.000US$71.000 per 24 Maret 2026.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan pasar tradisional. Indeks S&P 500 tercatat melemah sekitar 4%, sementara harga emas mengalami koreksi signifikan hingga sekitar 16%, menjadi salah satu penurunan terbesar dalam beberapa dekade.
Vice President Indodax, Antony Kusuma menilai, penguatan Bitcoin di tengah krisis bukan hal baru. Ia menyebut pola serupa pernah terjadi dalam sejumlah periode ketidakpastian global sebelumnya.
Menurutnya, karakter Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan sepanjang waktu, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional membuatnya relevan sebagai alternatif lindung nilai saat terjadi gangguan pada sistem keuangan global.
Di sisi lain, tekanan terhadap emas dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk aksi jual di tengah kenaikan harga energi serta penguatan dolar AS. Kondisi tersebut juga diperparah oleh meningkatnya imbal hasil obligasi yang membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik bagi investor.
Ketegangan geopolitik yang berdampak pada distribusi energi global turut meningkatkan risiko inflasi. Situasi ini memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang pada akhirnya memengaruhi preferensi investor terhadap berbagai instrumen investasi.
Meski demikian, pasar kripto masih diwarnai volatilitas tinggi. Faktor makroekonomi seperti inflasi dan kebijakan suku bunga tetap menjadi penentu utama arah pergerakan harga ke depan.
Indodax menyarankan investor untuk tetap memperhatikan manajemen risiko serta memahami dinamika pasar sebelum mengambil keputusan. Perusahaan juga menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan perdagangan kripto yang aman dan transparan, sekaligus mendorong literasi investasi digital di Indonesia. (mas)