Schneider Electric berangkatkan 500 pemudik

JAKARTA (IndoTelko) - Schneider Electric kembali menggelar program Mudik Bareng 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada mitra, khususnya retailer dan karyawan toko yang berperan dalam distribusi produk di berbagai daerah.

Tahun ini, sebanyak 500 peserta dari wilayah Jabodetabek diberangkatkan menggunakan 10 bus menuju sejumlah kota di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pelepasan dilakukan dari LTC Glodok, Jakarta, oleh jajaran manajemen bersama perwakilan mitra.

National Sales Director Schneider Electric Indonesia, M. Farhan Lucky, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat hubungan jangka panjang dengan para mitra. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman mudik yang aman dan nyaman bagi para peserta.

Selain memfasilitasi perjalanan, perusahaan juga menyoroti pentingnya keamanan listrik di rumah saat ditinggal mudik. Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran, dengan kontribusi lebih dari 60% kasus pada 2025.

Untuk itu, masyarakat diimbau memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik sebelum bepergian. Pemeriksaan kabel, stopkontak, hingga panel listrik perlu dilakukan guna menghindari potensi kerusakan. Selain itu, perangkat elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dicabut untuk mengurangi risiko gangguan listrik sekaligus menghemat konsumsi energi.

Penggunaan perangkat pengaman listrik berstandar SNI juga menjadi hal penting. Perangkat seperti MCB berfungsi memutus aliran listrik saat terjadi kelebihan daya atau korsleting, sementara RCCB dapat mendeteksi arus bocor untuk mencegah sengatan listrik maupun kebakaran.

Farhan menambahkan, langkah sederhana tersebut dapat membantu masyarakat meninggalkan rumah dengan lebih tenang selama mudik. Ia menekankan bahwa aspek keamanan listrik sering terabaikan, padahal sangat penting untuk memastikan perjalanan Lebaran berlangsung tanpa kekhawatiran. (mas)