☰
✕

Hunian terjangkau Tenjo diminati

JAKARTA (IndoTelko) - Perubahan kondisi ekonomi mendorong masyarakat usia produktif untuk semakin rasional dalam menentukan pilihan hunian. Kebutuhan akan rumah tetap tinggi, terutama bagi keluarga muda, namun kini preferensi bergeser ke kawasan sub-urban yang menawarkan harga lebih terjangkau dengan akses transportasi yang memadai serta fasilitas kawasan yang terus berkembang.

Bagi pembeli rumah pertama, sejumlah faktor menjadi pertimbangan utama, mulai dari harga, kemudahan akses, potensi kenaikan nilai investasi hingga kredibilitas pengembang. Tren ini sejalan dengan proyeksi pasar properti yang menunjukkan minat terhadap rumah tapak di wilayah penyangga kota besar masih akan tumbuh, didukung kebijakan pemerintah seperti insentif PPN DTP serta suku bunga yang lebih kompetitif.

Menjawab kebutuhan tersebut, kawasan Kota Podomoro Tenjo hadir sebagai pengembangan kota mandiri yang mengedepankan konsep modern dengan harga yang relatif terjangkau. Marketing Director Agung Podomoro, Yenti Lokat, menyebut masyarakat kini semakin selektif dalam mengelola keuangan dan memprioritaskan kepemilikan rumah sebagai kebutuhan utama sekaligus aset jangka panjang.

Pengembangan kawasan ini dilakukan secara bertahap di atas lahan lebih dari 650 hektar, dengan progres yang terus berjalan. Hingga kini, sejumlah klaster telah dipasarkan dan menunjukkan perkembangan signifikan, memberikan gambaran nyata bagi konsumen terkait pertumbuhan kawasan.

Sebagai bagian dari pengembangan, diperkenalkan klaster terbaru bertema Jepang yang menghadirkan desain arsitektur khas dengan sentuhan lanskap tematik. Konsep ini dilengkapi ruang terbuka hijau seperti inner greenbelt dan taman kawasan untuk menunjang kenyamanan penghuni.

Dari sisi harga, unit hunian ditawarkan mulai kisaran Rp270 jutaan dengan skema pembiayaan yang memudahkan, termasuk cicilan yang relatif ringan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama di kawasan berkembang.

Perkembangan Kota Podomoro Tenjo juga tercermin dari jumlah unit yang telah diserahterimakan dan mulai dihuni, menandakan kawasan ini semakin hidup sebagai lingkungan tempat tinggal. Fasilitas yang dihadirkan pun cukup lengkap, mulai dari club house dengan berbagai sarana olahraga dan rekreasi hingga fasilitas ibadah yang representatif.

Ke depan, kawasan ini akan terus dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, serta sarana penunjang lainnya guna memperkuat konsep hunian terpadu. Selain itu, tersedia pula area komersial berupa ruko yang mendukung aktivitas ekonomi penghuni.

Dari sisi aksesibilitas, kawasan ini terintegrasi dengan transportasi massal KRL Commuter Line di jalur Tanah AbangRangkasbitung, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit dari Jakarta. Dukungan infrastruktur seperti layanan shuttle dan pembangunan flyover di sekitar stasiun semakin meningkatkan kemudahan mobilitas penghuni.

CEO ERA Indonesia, Darmadi Darmawangsa, menilai masih banyak masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z, yang menunda pembelian rumah. Padahal, menurutnya, penundaan tersebut berpotensi membuat masyarakat semakin tertinggal akibat kenaikan harga properti.

Ia menambahkan bahwa properti tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif tahan terhadap inflasi. Dengan harga yang saat ini dinilai masih kompetitif, peluang untuk memiliki aset properti dengan potensi kenaikan nilai di masa depan masih terbuka lebar.

Konsep rumah tumbuh yang diterapkan di kawasan ini juga menjadi nilai tambah, karena memungkinkan pembeli memiliki lahan terlebih dahulu dan mengembangkan bangunan secara bertahap sesuai kebutuhan. Pendekatan ini dinilai relevan bagi masyarakat kelas menengah yang menginginkan fleksibilitas sekaligus kepastian dalam memiliki aset properti. (mas)