☰
✕

F5 rilis standar baru keamanan AI

JAKARTA (IndoTelko) - F5 memperkenalkan pendekatan baru dalam pengukuran keamanan kecerdasan buatan (AI) melalui leaderboard risiko model dan threat intelligence yang diperbarui secara berkala. Inisiatif ini dirancang untuk membantu organisasi menilai dan membandingkan tingkat keamanan berbagai model AI sebelum diimplementasikan dalam lingkungan produksi.

Melalui tim riset F5 Labs, perusahaan menghadirkan dua indikator utama, yaitu Comprehensive AI Security Index (CASI) dan Agentic Resistance Score (ARS). Kedua metrik ini menggabungkan analisis pakar dengan data serangan aktual untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai ketahanan model AI terhadap ancaman yang terus berkembang.

Pengembangan solusi ini turut diperkuat oleh akuisisi CalypsoAI, yang memiliki basis data kerentanan AI besar dengan ribuan skenario serangan baru setiap bulan. Dengan dukungan tersebut, F5 menyediakan alat yang lebih konsisten bagi perusahaan untuk mengevaluasi risiko serta memilih model AI yang sesuai dengan kebutuhan keamanan mereka.

Chief Product Officer F5, Kunal Anand, menegaskan bahwa penggunaan model AI tanpa verifikasi keamanan dapat menimbulkan risiko serius. Menurutnya, leaderboard yang dikembangkan F5 Labs mampu mengidentifikasi celah pada lapisan model sehingga tim keamanan dapat mengambil langkah mitigasi lebih dini.

CASI sendiri mengukur performa dasar model, keseimbangan antara risiko dan kinerja, serta implikasi biaya keamanan. Sementara itu, ARS menilai ketahanan sistem terhadap serangan adaptif yang dilakukan oleh agen AI, termasuk kemampuan bertahan dalam serangan berlapis serta potensi kebocoran informasi dari interaksi yang gagal.

Selain menghadirkan metrik evaluasi, F5 juga melengkapi portofolionya dengan solusi seperti AI Guardrails dan AI Red Team untuk menguji serta mengamankan interaksi AI secara lebih menyeluruh. Pendekatan ini memungkinkan organisasi tidak hanya memahami risiko, tetapi juga memperkuat pertahanan melalui simulasi serangan yang realistis.

Menurut Grace Trinidad dari IDC, integrasi kemampuan inspeksi traffic dengan visibilitas perilaku AI memberikan nilai tambah dalam pengelolaan keamanan. Hal ini membantu perusahaan mengontrol akses data, proses inferensi, hingga output yang dihasilkan sistem AI.

Dengan hadirnya leaderboard ini, F5 mendorong penerapan standar keamanan yang lebih terukur dalam penggunaan AI. Inisiatif tersebut juga diharapkan dapat mempercepat adopsi praktik terbaik keamanan siber di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman digital global. (mas)