☰
✕

Raksasa teknologi bentuk konsorsium interkoneksi Optik AI

JAKARTA (IndoTelko) - Sejumlah perusahaan teknologi global membentuk konsorsium industri untuk mengembangkan spesifikasi terbuka bagi interkoneksi optik pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Konsorsium tersebut diumumkan oleh grup Optical Compute Interconnect Multi-Source Agreement(OCI MSA) dengan anggota pendiri yang terdiri dari AMD, Broadcom, Meta, Microsoft, NVIDIA, dan OpenAI.

Pembentukan konsorsium ini menandai langkah baru menuju ekosistem terbuka yang melibatkan hyperscaler untuk mendorong pengembangan rantai pasok multi-vendor dalam teknologi interkoneksi optik skala besar. Melalui penyelarasan spesifikasi terbuka, OCI MSA ingin membangun ekosistem optik yang kuat agar infrastruktur AI masa depan dapat dikembangkan secara fleksibel oleh banyak vendor.

Inisiatif tersebut muncul seiring meningkatnya kebutuhan komputasi akibat berkembangnya model kecerdasan buatan, khususnya Large Language Models (LLM). Teknologi konektivitas berbasis tembaga dinilai mulai mencapai batas jangkauan fisik sehingga memengaruhi desain arsitektur scale-up dalam klaster AI. Karena itu, OCI MSA mendorong transisi menuju konektivitas berbasis optik yang mampu mengatasi keterbatasan tersebut.

Spesifikasi OCI dirancang untuk mengoptimalkan konsumsi daya, latensi, serta biaya operasional. Teknologi ini memanfaatkan modulasi non-return to zero (NRZ) dan teknik optik wavelength division multiplexing (WDM). Pendekatan tersebut juga menggeser paradigma konektivitas dari model berbasis modul menuju model yang lebih terintegrasi dengan silikon komputasi dan jaringan.

Integrasi optik yang lebih erat dengan komponen silikon diharapkan dapat meningkatkan kepadatan bandwidth dan skalabilitas sistem secara signifikan. Selain itu, pendekatan ini memungkinkan pencapaian efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan konektivitas tembaga konvensional.

OCI MSA juga mengembangkan protokol antarmuka optik yang interoperabel agar perangkat dari berbagai vendor dapat saling terhubung dalam ekosistem plug-and-play. Melalui spesifikasi terbuka tersebut, hyperscaler dapat memisahkan berbagai komponen pemrosesan tingkat tinggi seperti prosesor akselerator dan switch scale-up melalui lapisan fisik optik bersama.

Pendekatan standar ini dinilai mampu menekan risiko integrasi sekaligus mempercepat siklus pengembangan teknologi. Selain itu, rantai pasokan infrastruktur AI juga memperoleh peta jalan yang lebih jelas untuk implementasi interkoneksi optik lintas generasi dan lintas vendor.

Dalam peta jalan teknisnya, OCI MSA menyiapkan spesifikasi yang dapat diskalakan untuk berbagai generasi perangkat keras AI. Tahap awal mencakup teknologi OCI GEN1 dengan konfigurasi 4λ × 50Gbps NRZ atau 200Gbps per arah serta OCI GEN2 yang mendukung 400Gbps per arah secara bidirectional hingga mencapai 800Gbps per serat optik.

Ke depan, teknologi tersebut dirancang dapat berkembang hingga mencapai kapasitas lebih dari 3,2 terabit per detik per serat, memungkinkan klaster AI dengan jumlah GPU lebih besar dan kebutuhan bandwidth yang jauh lebih tinggi.

Senior Vice President Technology & Engineering di AMD, Brian Amick, mengatakan kebutuhan terhadap interkoneksi optik skala besar akan terus meningkat seiring berkembangnya sistem AI generasi baru. Menurutnya, spesifikasi terbuka dari OCI MSA akan membantu industri membangun ekosistem interkoneksi optik yang kuat dan melibatkan banyak vendor.

Sementara itu, Vice President Optical Systems Division Broadcom, Near Margalit, menilai inisiatif ini dapat mempercepat integrasi teknologi optik dengan chip berbasis ASIC yang sudah ada sekaligus membuka jalan menuju integrasi yang lebih langsung dengan perangkat keras generasi berikutnya.

Pandangan serupa disampaikan Vice President Hardware Systems Meta, Dan Rabinovitsj, yang menyebut teknologi tersebut penting untuk mengatasi tantangan konsumsi daya dan biaya dalam pembangunan klaster AI berperforma tinggi.

Corporate Vice President Azure Systems and Architecture Microsoft, Saurabh Dighe, menambahkan bahwa teknologi optik yang berfokus pada arsitektur scale-up akan menjadi fondasi utama dalam pengembangan domain komputasi AI berskala besar yang mampu mencakup banyak rak server.

Senior Vice President of Networking NVIDIA, Gilad Shainer, menilai standar optik bersama akan membantu menghadirkan performa dan skala yang diperlukan untuk mendukung era baru kecerdasan buatan yang semakin kompleks.

Sementara Head of Hardware OpenAI, Richard Ho, menyebut peningkatan kemampuan AI akan sangat bergantung pada skala superkomputer yang lebih besar, bandwidth memori yang lebih tinggi, serta jaringan dengan kapasitas jauh lebih besar. Menurutnya, OCI MSA akan memainkan peran penting dalam membangun sistem AI generasi berikutnya menuju pengembangan Artificial General Intelligence (AGI). (mas)