Kaspersky ungkap ancaman siber melonjak 132% di Asia Pasifik

JAKARTA (IndoTelko) — Kaspersky mengidentifikasi lonjakan ancaman siber sebesar 132% untuk kategori password stealer di kawasan Asia Pasifik sepanjang 2025, jauh melampaui rata-rata global yang tercatat 59%.

Temuan tersebut mendorong perusahaan keamanan siber asal Rusia itu menetapkan Indonesia, India, Vietnam, dan China sebagai pasar dengan pertumbuhan tercepat sekaligus fokus strategis ekspansi bisnisnya.

Kaspersky mencatat secara global perusahaan mendeteksi sekitar 500.000 file berbahaya setiap hari pada 2025, meningkat 7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di luar lonjakan password stealer, ancaman spyware di Asia Pasifik juga meningkat 32%, sementara secara global angkanya mencapai 51%, dan kategori backdoor naik 6% dibandingkan 2024.

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky Adrian Hia menyebut organisasi di kawasan ini kini menghadapi spektrum ancaman yang semakin luas, mulai dari serangan siber berskala besar, penipuan digital, hingga kampanye advanced persistent threat (APT) yang semakin canggih.

"Keamanan siber kini bukan lagi sekadar fungsi teknologi informasi, melainkan faktor penting yang memengaruhi keberlangsungan bisnis dan daya saing perusahaan," ujarnya.

Kaspersky telah membangun kehadiran di Asia Pasifik selama lebih dari dua dekade dengan kantor perwakilan di China, India, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, dan Vietnam, serta jaringan lebih dari 3.500 mitra bisnis di kawasan tersebut.

Secara global, perusahaan yang telah beroperasi hampir 30 tahun ini hadir di lebih dari 200 negara dan wilayah dengan lebih dari 40 solusi keamanan untuk segmen B2B dan B2C.

Wakil Presiden Penjualan Korporat Internasional Kaspersky Inna Nazarova menegaskan bahwa pelanggan korporasi di Asia Pasifik menjadi prioritas strategis perusahaan.

"Dengan pengalaman serta intelijen ancaman global yang dimiliki, kami berupaya membantu organisasi tetap fokus pada bisnis inti mereka sambil memastikan perlindungan keamanan siber yang kuat," kata Nazarova.

Ia menambahkan bahwa Kaspersky berkomitmen memperluas ekosistem mitra di kawasan tersebut sekaligus mengembangkan kapabilitas teknologi dalam portofolio produk keamanan siber mereka.

Urgensi keamanan siber diprediksi terus meningkat memasuki 2026, seiring tiga faktor utama: pertumbuhan volume ancaman siber, dampak transformasi digital terhadap operasional bisnis, serta dinamika geopolitik yang memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap vendor teknologi.

Kaspersky menargetkan penguatan jejak bisnisnya di Asia Pasifik guna membantu organisasi menghadapi lanskap ancaman yang semakin kompleks tersebut. (mas)