JAKARTA (IndoTelko) - Alibaba Group, sebagai Mitra TOP Global International Olympic Committee (IOC), menghadirkan Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 sebagai ajang paling cerdas dalam sejarah perhelatan tersebut. Melalui dukungan Alibaba Cloud, transformasi digital difokuskan pada keberlanjutan, efisiensi operasional, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara menyeluruh di ekosistem Olimpiade.
Presiden IOC Kirsty Coventry mengatakan setiap edisi Olimpiade selalu membawa terobosan teknologi baru. Ia menegaskan bahwa dukungan cloud Alibaba dan model AI Qwen menetapkan standar baru dalam kecerdasan dan kreativitas di Milano Cortina 2026.
Dari sisi teknologi, Alibaba Cloud menghadirkan berbagai solusi berbasis cloud dan AI, termasuk pemanfaatan large language model (LLM) untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade. President of International Business dan SVP Alibaba Cloud Intelligence Group, Dr. Feifei Li, menyatakan bahwa Milano Cortina 2026 menjadi tonggak penting karena menjadi ajang Olimpiade pertama yang mengadopsi teknologi LLM melalui model Qwen, sekaligus menunjukkan komitmen Alibaba dalam menciptakan operasional yang lebih cerdas serta keterlibatan yang lebih mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dorong Keberlanjutan dan Efisiensi Energi
Dalam aspek keberlanjutan, Alibaba Cloud menyediakan sistem manajemen data energi yang memungkinkan pemantauan konsumsi listrik dan emisi karbon secara real-time di seluruh venue pertandingan. Penyelenggara juga menguji chatbot berbasis Qwen untuk membantu staf mengakses data historis dan kebutuhan daya secara cepat. Selain itu, sistem pelacakan gangguan energi didigitalisasi agar proses identifikasi dan penanganan masalah berjalan lebih efisien.
Platform keberlanjutan yang dikembangkan bersama IOC juga membantu mengevaluasi dampak lingkungan sepanjang ajang berlangsung, sekaligus menjadi model replikasi bagi tuan rumah Olimpiade di masa mendatang.
Operasional dan Transportasi Lebih Terintegrasi
Dengan cakupan wilayah lebih dari 22.000 kilometer persegi di kawasan Alpen Italia, Milano Cortina 2026 menjadi Olimpiade Musim Dingin dengan area terluas sepanjang sejarah. Infrastruktur Alibaba Cloud mendukung sistem penjurian, koordinasi logistik, hingga operasional lintas lokasi.
Sistem Video Adjudication berbasis low-latency livestreaming membantu wasit mengambil keputusan lebih akurat melalui sinkronisasi multi-sinyal video dan tayangan ulang instan. Teknologi ini telah diterapkan pada cabang Freestyle Skiing dan Snowboard Slopestyle.
Sementara itu, Transportation Management System (TMS) yang dibangun di atas Alibaba Cloud memastikan mobilitas lebih dari 80.000 atlet, staf, relawan, dan media melalui aplikasi transportasi resmi yang menyediakan perencanaan perjalanan personal dan notifikasi real-time. Berbagai layanan operasional lain, termasuk e-voucher konsumsi dan portal meteorologi untuk pertandingan luar ruangan, juga berjalan di atas infrastruktur cloud tersebut.
Di sektor penyiaran, teknologi Apsara Video mendukung siaran langsung dan distribusi konten berbasis cloud, memungkinkan media global mengakses konferensi pers dan wawancara atlet secara real-time maupun on-demand.
AI Sentuh Tradisi Olimpiade
Alibaba Cloud juga menghadirkan Intelligent Pin Trading Station di Desa Olimpiade Milano. Didukung model Qwen, sistem ini menggabungkan AI dan perangkat robotik untuk memfasilitasi tradisi pertukaran pin antar atlet. Sepanjang ajang berlangsung, lebih dari 8.000 pertukaran pin telah difasilitasi melalui sistem ini, menciptakan pengalaman interaktif baru yang memadukan teknologi dan tradisi.
Transformasi Penyiaran Berbasis Cloud
Dalam bidang penyiaran, OBS Live Cloud Platform menggantikan pendekatan satelit tradisional dengan distribusi konten berbasis cloud yang fleksibel dan skalabel. Platform ini mendukung 442 siaran langsung untuk 42 penyiar global. Penggunaan teknologi cloud juga membuat International Broadcasting Centre Milano Cortina 2026 berukuran 25% lebih kecil dibandingkan Beijing 2022 dan 30% lebih kecil dibandingkan Pyeongchang 2018.
Alibaba Cloud turut menghadirkan sistem Real-Time 360º Replay dan Automatic Media Description (AMD) berbasis Qwen untuk mempercepat produksi dan distribusi konten. Selama ajang berlangsung, sistem AMD memproses siaran dari 391 sesi pertandingan dan menyediakan ribuan video sorotan bagi pemegang hak siar.
Melalui kolaborasi jangka panjang dengan IOC, Alibaba Cloud menegaskan komitmennya dalam mendefinisikan ulang penyelenggaraan Olimpiade menjadi lebih berkelanjutan, efisien, dan cerdas di era digital. (mas)