JAKARTA (IndoTelko) Allianz Indonesia kembali menggelar Media Appreciation Night bertajuk Trust in Goodness, United in ONE Harmony dalam rangka Ramadan 2026. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kolaborasi antara industri dan media dalam menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi digital.
Acara dihadiri jajaran pimpinan Allianz Indonesia, yakni Alexander Grenz (Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia), Sunadi (Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia), serta Elmie A. Najas(Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia). Sekitar 38 pemimpin redaksi media nasional turut hadir dalam agenda tersebut.
Tantangan Post-Truth dan Peran Media
Allianz menilai fenomena post-truth—ketika opini dan persepsi kerap melampaui fakta terverifikasi—menjadi tantangan serius bagi dunia usaha maupun media. Dalam konteks ini, transparansi komunikasi dan kredibilitas media dinilai krusial untuk menjaga stabilitas informasi serta meningkatkan literasi publik.
Founder Ipang Wahid Stratejik, Ipang Wahid, menyoroti pentingnya perception engineering sebagai pendekatan strategis dalam merespons dinamika tersebut. Menurutnya, persepsi publik yang tidak dikelola secara tepat berpotensi dibentuk oleh opini yang belum tentu berbasis fakta.
“Di era post-truth, institusi tidak cukup hanya menyajikan fakta, tetapi juga perlu memastikan narasi yang benar memiliki ruang. Bagi industri berbasis kepercayaan seperti asuransi dan media, pengelolaan persepsi adalah kebutuhan strategis,” ujarnya.
Refleksi Amanah dan Husnuzon
Sementara itu, Fahruddin Faiz, akademisi filsafat Islam, mengulas pentingnya konsep Amanah(integritas dan tanggung jawab) serta Husnuzon (prasangka baik) dalam membangun harmoni sosial, khususnya di bulan Ramadan.
Ia menekankan bahwa niat baik dan komitmen menjaga kepercayaan menjadi fondasi dalam menghadapi ketidakpastian global maupun derasnya arus informasi digital.
Komitmen Kolaborasi
Alexander Grenz menegaskan, kolaborasi yang erat antara industri dan media menjadi kunci dalam memperkuat literasi serta menjaga kredibilitas informasi.
“Di tengah disrupsi digital, kerja sama yang solid antara pelaku industri dan media adalah fondasi membangun ekosistem informasi yang bertanggung jawab. Kami berkomitmen menjadi bagian dari solusi tersebut,” katanya.
Melalui forum ini, Allianz Indonesia menegaskan bahwa kepercayaan publik bukan sekadar isu reputasi, melainkan fondasi keberlanjutan bisnis dan stabilitas ekosistem informasi. Dengan komunikasi yang terbuka dan kolaborasi berkelanjutan, perusahaan optimistis dapat terus mendorong peningkatan literasi asuransi dan penguatan perlindungan finansial masyarakat. (mas)