Strategi retensi Maxim untuk mitra di Ramadan

JAKARTA (IndoTelko) Maxim Indonesia memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat loyalitas dan keberlanjutan ekosistem mitra melalui rangkaian program insentif dan bantuan sosial. Langkah ini menjadi bagian dari strategi retensi pengemudi sekaligus menjaga stabilitas layanan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama bulan suci.

Program yang diluncurkan mencakup Bonus Hari Raya (BHR), insentif berbasis kinerja, distribusi paket sembako, kelanjutan kebijakan komisi aplikasi 0% bagi mitra pengemudi disabilitas, hingga kegiatan sosial seperti berbagi makanan dan buka puasa bersama.

Perusahaan menyatakan penyaluran BHR akan dilakukan melalui seremoni resmi yang melibatkan kementerian dan pemangku kepentingan, menegaskan komitmen kepatuhan regulasi sekaligus memperkuat legitimasi kebijakan perusahaan dalam mendukung mitra.

Dalam implementasinya, Maxim menerapkan skema berbasis tata kelola dengan kriteria terukur. Penerima BHR ditentukan berdasarkan tingkat keaktifan, mutu layanan, serta kepatuhan terhadap standar operasional tanpa pelanggaran berat. Pendekatan ini bertujuan memastikan distribusi insentif berjalan transparan dan mendorong budaya kinerja yang berkelanjutan.

Insentif tambahan juga diberikan kepada mitra yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap pengembangan layanan di wilayah operasional masing-masing. Strategi ini diposisikan sebagai mekanisme menjaga kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di pasar transportasi daring.

Penyaluran BHR dan insentif dilakukan secara bertahap di berbagai kota operasional. Bersamaan dengan itu, perusahaan menyalurkan paket kebutuhan pokok kepada mitra yang membutuhkan serta anak yatim di sekitar lokasi kegiatan sebagai bagian dari pendekatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Kebijakan komisi aplikasi 0% bagi pengemudi disabilitas dilanjutkan sebagai bagian dari strategi inklusivitas sekaligus menjaga keberlanjutan pendapatan mitra. Program ini dinilai memperluas partisipasi tenaga kerja serta memperkuat citra perusahaan sebagai platform yang adaptif terhadap keberagaman.

Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Ramadan telah disiapkan secara terstruktur guna memastikan stabilitas operasional selama periode permintaan tinggi. Koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dilakukan untuk memastikan kebijakan BHR selaras dengan ketentuan yang berlaku.

Program sosial dijalankan bersama Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI). Selain itu, kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja diperkuat untuk mendukung perlindungan dan keselamatan mitra melalui akses program jaminan sosial.

Melalui kombinasi insentif finansial, pendekatan tata kelola, serta penguatan perlindungan sosial, Maxim memposisikan momentum Ramadan bukan sekadar program musiman, tetapi sebagai instrumen strategis untuk menjaga retensi mitra, kualitas layanan, dan keberlanjutan bisnis transportasi daring di Indonesia. (mas)