Pos Indonesia siapkan transformasi AI dan konsolidasi logistik

JAKARTA (IndoTelko) - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) kembali menggelar ajang Indosat AI Day for Supply Chain Industry bertajuk Empowering Indonesia’s Supply Chain. Kegiatan ini dibuka oleh Director & Chief Business Officer IOH M. Danny Buldansyah dan dihadiri pelaku industri logistik serta rantai pasok nasional.

Pada sesi pleno bertema “Building Indonesia’s Intelligent, Agile, & Connected Supply Chain Ecosystem 2026 with 5G & AI”, sejumlah pimpinan perusahaan strategis hadir berbagi pandangan, di antaranya perwakilan dari Garuda Indonesia, MRT Jakarta, hingga JNE. Diskusi menyoroti pemanfaatan teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi ekosistem logistik nasional.

Agenda berlanjut ke panel diskusi “Unlocking New Revenue Streams in Mobility & Logistics 2026” yang dimoderatori VP-Head of B2B Segment Marketing & Inside Sales IOH Muhammad Rafiq. Hadir sebagai pembicara Director of Technology and Service Transjakarta Rama Raditya serta Director of Business Development & Portfolio Management PT Pos Indonesia Prasabri Pesti.

Dalam forum tersebut, Pos Indonesia memaparkan arah transformasi digital perusahaan yang difokuskan pada dua strategi utama, yakni optimalisasi teknologi AI—termasuk otomasi dan robotic—serta penguatan skala bisnis melalui konsolidasi logistik nasional.

Prasabri menegaskan bahwa penerapan AI bukan sebatas adopsi teknologi baru, tetapi bagian dari langkah strategis jangka panjang perusahaan. Menurutnya, transformasi berbasis AI menjadi prasyarat agar Pos Indonesia mampu menjaga daya saing di tengah dinamika industri logistik yang kian cepat berubah.

Dari sisi struktur industri, Pos Indonesia memandang skala usaha sebagai faktor krusial dalam bisnis logistik. Peningkatan volume melalui konsolidasi dinilai dapat mendorong efisiensi operasional sekaligus memperkuat posisi tawar perusahaan.

Ia menambahkan, skala bisnis yang lebih besar juga membuka peluang kemitraan dengan pemain global dan memperluas akses ke pasar internasional.

Upaya tersebut sejalan dengan rencana pembentukan Holding Logistik Nasional di bawah koordinasi Danantara, yang ditujukan untuk menyinergikan entitas logistik BUMN agar lebih terintegrasi dan kompetitif.

Dengan kombinasi pemanfaatan AI dan penguatan struktur industri melalui konsolidasi, Pos Indonesia menargetkan peningkatan kapabilitas operasional serta ekspansi pasar ke tingkat global. (mas)