Bitcoin bertahan di $70.000, regulasi Stablecoin makin jelas

JAKARTA (IndoTelko) - Pergerakan Bitcoin (BTC) cenderung stabil dalam 24 jam terakhir dengan harga bertahan di kisaran US$70.000. Berdasarkan data Selasa (10/2/2026) pukul 08.00 WIB, BTC terkoreksi tipis 0,70% ke level sekitar US$70.000 atau setara Rp1,18 miliar.

Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, mencatat dominasi pasar Bitcoin saat ini berada di level 59,15%. Sementara itu, total kapitalisasi pasar kripto global turut mengalami pelemahan ringan sebesar 0,35% menjadi US$2,36 triliun.

Secara umum, Bitcoin mulai memasuki fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, tekanan deleveraging mendorong harga BTC sempat menyentuh area terendah 52 minggu di sekitar US$60.000, jauh di bawah puncak Oktober 2025 yang berada di atas US$126.000. Meski sempat terjadi pemulihan, tekanan jual masih terasa, terutama dari ETF Bitcoin Spot yang mencatat arus keluar bersih (net outflow) sekitar US$6,5 miliar sejak November.

Dari sisi fundamental jaringan, tingkat kesulitan penambangan Bitcoin mengalami penurunan signifikan. Mining difficulty tercatat turun sekitar 11%, dari 141,6 triliun menjadi 125,86 triliun. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak 2021 dan dipicu oleh hengkangnya penambang dengan mesin lama akibat tingginya biaya energi serta koreksi harga BTC dari level puncak.

Pasar juga mencermati risiko konsentrasi kepemilikan. Saat ini, sekitar 88 dompet diketahui menguasai kurang lebih 15% total suplai Bitcoin. Salah satunya adalah Strategy, Inc. (MSTR) yang mengendalikan sekitar 3,4% dari total BTC yang beredar.

Dari sisi makroekonomi dan regulasi, sentimen pasar masih dibayangi kekhawatiran potensi berlanjutnya kebijakan pengetatan likuiditas. Nominasi Kevin Warsh ke jajaran The Fed memunculkan spekulasi akan berlanjutnya era quantitative tightening (QT) yang berpotensi menekan aset berisiko. Namun, sentimen positif datang dari kejelasan regulasi di Amerika Serikat, setelah Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mengonfirmasi bahwa bank perwalian nasional diperbolehkan menerbitkan payment stablecoin untuk kebutuhan jaminan margin nasabah.

Untuk pergerakan harian, Bitcoin diperkirakan bergerak di rentang US$69.000 hingga US$72.000. Sementara Ethereum diproyeksikan berada di kisaran US$2.000US$2.300.

Di sisi altcoin, beberapa aset mencatat pergerakan signifikan dalam 24 jam terakhir. NKN, ZkPass, dan GoPlus Security menjadi jajaran aset dengan penguatan tertinggi. Sebaliknya, Dusk, Neon EVM, dan Sologenic berada dalam daftar aset dengan pelemahan terdalam.

Sebagai referensi perdagangan, Ajaib merekomendasikan sejumlah altcoin dengan level masuk dan manajemen risiko tertentu, di antaranya HYPE, NEAR, dan XPL, dengan target keuntungan dan batas risiko yang telah ditentukan sesuai profil pasar saat ini. (mas)