Lazada gaet KemenUMKM untuk kanal Sumatra

JAKARTA (IndoTelko) Lazada Indonesia menggandeng Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan kanal kurasi “LazADA di Sumatra” untuk memperluas akses pasar produk UMKM sekaligus menangkap momentum belanja Ramadan dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah terdampak bencana.

Kanal ini menjadi etalase digital khusus bagi produk UMKM asal Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Bagi Lazada, inisiatif tersebut tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga strategi memperluas basis penjual (seller base), menambah variasi produk lokal, serta mendorong volume transaksi di wilayah luar Jawa.

Head of Government Affairs Lazada Indonesia, Yovan Sudarma, mengatakan gangguan aktivitas ekonomi akibat bencana alam membuat banyak pelaku UMKM kehilangan akses distribusi dan pasar. Platform digital dinilai menjadi jalur tercepat untuk memulihkan penjualan.

“Kanal LazADA di Sumatra dirancang untuk membantu UMKM kembali mandiri secara ekonomi dengan dukungan ekosistem digital, mulai dari visibilitas hingga kemudahan bertransaksi,” ujar Yovan.

Momentum Ramadan Genjot Trafik dan Penjualan

Kanal khusus tersebut mulai aktif pada 6 Februari 2026, bertepatan dengan periode menjelang Ramadan yang secara historis menjadi musim puncak belanja online. Lazada memanfaatkan lonjakan trafik musiman untuk meningkatkan eksposur produk UMKM melalui promosi terintegrasi di aplikasi.

Program yang disiapkan meliputi penempatan khusus di halaman utama, kampanye pemasaran, serta insentif belanja seperti voucher diskon hingga Rp50.000 untuk menarik konversi transaksi.

Strategi ini diharapkan dapat mempercepat perputaran stok pelaku usaha kecil sekaligus meningkatkan nilai transaksi bruto (GMV) platform selama periode high season.

Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Untuk menjaga kualitas pengalaman belanja, Lazada melengkapi kanal ini dengan layanan pengiriman prioritas, jaminan ketepatan waktu, serta fasilitas pengembalian barang hingga 60 hari. Fitur tersebut dirancang untuk mengurangi hambatan pembelian produk UMKM yang sebelumnya terkendala isu kepercayaan dan logistik.

Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya Lazada meningkatkan retensi pelanggan sekaligus memperkuat persepsi kualitas produk lokal.

Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, menilai kolaborasi pemerintah dan marketplace penting dalam mempercepat pemulihan usaha kecil pascabencana.

“Pemulihan UMKM membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemanfaatan platform digital seperti Lazada menjadi kunci untuk membuka akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan bagi UMKM,” kata Maman.

Ia menambahkan program tersebut selaras dengan inisiatif Klinik UMKM Bangkit yang mencakup dukungan pembiayaan, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan pasar.

Bagian Strategi Jangka Panjang

Lazada menyebut kanal LazADA di Sumatra sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun ekonomi digital inklusif. Selama 14 tahun beroperasi di Indonesia, perusahaan terus mendorong digitalisasi UMKM melalui pelatihan, optimalisasi fitur berbasis AI, hingga integrasi logistik.

Dengan memperkuat partisipasi penjual daerah, Lazada berharap dapat menciptakan pertumbuhan transaksi yang lebih merata secara geografis sekaligus memperluas kontribusi ekonomi digital nasional.

“Kami mengajak masyarakat untuk mendukung UMKM Sumatra dengan berbelanja di Lazada. Setiap transaksi adalah kontribusi nyata bagi kebangkitan usaha lokal dan pemulihan ekonomi daerah,” tutup Yovan. (mas)