JAKARTA (IndoTelko) Western Australia diproyeksikan menjadi salah satu destinasi strategis bagi pelaku industri perjalanan pada 2026, seiring meningkatnya permintaan wisata jarak jauh dengan durasi tinggal lebih lama dan nilai belanja lebih tinggi. Kombinasi lanskap alam kelas dunia, konektivitas antardestinasi yang baik, serta ragam pengalaman darat, laut, dan udara membuka peluang bagi travel agent dan tour operator untuk merancang paket premium dengan margin lebih besar.
Bagi pelaku usaha, karakter geografis Western Australia memungkinkan penyusunan itinerary multi-hari yang mendorong peningkatan length of stay sekaligus total transaksi per wisatawan. Model ini dinilai lebih menguntungkan dibanding paket short trip konvensional.
Perth menjadi pintu masuk utama sekaligus hub pengembangan produk. Kota ini menawarkan aksesibilitas tinggi dengan pilihan akomodasi premium serta aktivitas beragam, sehingga ideal sebagai titik awal paket wisata atau ekstensi pre- dan post-tour.
Aktivitas seperti penerbangan balon udara panas di atas Avon Valley hingga wisata bahari ke Rottnest Island dengan ikon quokka memberi nilai tambah pengalaman sekaligus daya jual visual yang kuat. Kombinasi city stay, alam, dan ekowisata menjadikan kawasan Perth fleksibel untuk segmen keluarga, honeymoon, maupun pasar premium.
Road Trip
Di luar Perth, peluang bisnis terbuka pada segmen self-drive dan adventure tourism. Jalur pesisir utara menghadirkan destinasi berkarakter yang dapat dikemas sebagai road trip tematik berdurasi panjang.
Lancelin menawarkan sandboarding untuk pasar soft-adventure, sementara Kalbarri National Park menghadirkan perpaduan tebing pantai dan ngarai pedalaman. Atraksi Kalbarri Skywalk serta panorama unik Hutt Lagoon yang berwarna merah muda memberi diferensiasi visual tinggi, sekaligus memperkuat potensi promosi berbasis konten digital dan media sosial.
Bagi operator, rute ini memungkinkan bundling kendaraan sewa, akomodasi, dan aktivitas, sehingga meningkatkan nilai paket secara keseluruhan.
Daya Tarik
Western Australia juga memiliki kekuatan pada wisata bahari kelas dunia melalui Ningaloo Reef. Terumbu karang yang dapat diakses langsung dari pantai menekan biaya logistik tur laut, sekaligus memberi kenyamanan bagi wisatawan.
Aktivitas musiman seperti berenang bersama whale shark dan manta ray menciptakan produk eksklusif dengan harga jual lebih tinggi. Segmen ini dinilai cocok untuk pasar minat khusus dan eco-traveler yang cenderung memiliki daya beli besar.
High-Value Market
Untuk menyasar wisatawan kelas atas, Karijini National Park dan kawasan Kimberley menawarkan pengalaman ekspedisi dan scenic flight di atas lanskap terpencil. Produk berbasis petualangan eksklusif ini memberi diferensiasi kuat sekaligus peluang margin premium bagi operator.
Perjalanan dapat diakhiri di Broome dengan Cable Beach, menghadirkan elemen relaksasi dan resort stay yang melengkapi pengalaman high-end.
Tren 2026
Didukung infrastruktur transportasi domestik dan jaringan penerbangan regional, Western Australia dinilai fleksibel untuk dikembangkan menjadi itinerary tematik, paket lintas destinasi, hingga kombinasi road trip dan fly-in. Pendekatan ini sejalan dengan tren perjalanan 2026 yang menekankan personalisasi, experiential travel, serta peningkatan belanja per wisatawan.
Dengan struktur produk yang memungkinkan durasi tinggal lebih panjang dan bundling layanan bernilai tambah, Western Australia dinilai menjadi pasar potensial bagi travel agent dan tour operator Indonesia untuk menghadirkan paket perjalanan kompetitif sekaligus meningkatkan profitabilitas bisnis di tengah persaingan global yang semakin ketat. (mas)