Multipolar Technology dorong private cloud modern yang lebih efisien

JAKARTA (IndoTelko) - Kompleksitas pengelolaan data center yang kian tinggi mendorong perusahaan untuk menata ulang arsitektur infrastrukturnya agar lebih cepat, fleksibel, aman, serta efisien secara biaya. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menawarkan pendekatan private cloud modern melalui kombinasi solusi Dell PowerStore dan Dell Private Cloud.

Division Head Server and Storage Multipolar Technology, Jeffry Tjiung Sendjaja, menyampaikan bahwa integrasi kedua solusi tersebut dapat menjadi fondasi infrastruktur penyimpanan modern yang lebih sederhana dalam pengelolaan.

“Perpaduan ini menggabungkan teknologi all-flash storage generasi terbaru dengan pendekatan disaggregated infrastructure, sehingga operasional lebih ringkas sekaligus menekan total biaya kepemilikan,” ujarnya dalam seminar Built a Private Cloud That Works for You di Jakarta.

Sebagai platform penyimpanan all-flash, Dell PowerStore dirancang dengan konsep future-ready yang mendukung skalabilitas fleksibel, baik scale-up maupun scale-out. Solusi ini mengusung arsitektur NVMe end-to-end, dual active/active nodes, serta desain modular yang memungkinkan peningkatan kapasitas dan performa tanpa harus mengganti sistem secara keseluruhan.

Dari sisi efisiensi, Dell PowerStore menawarkan rasio pengurangan data hingga 5:1 melalui deduplikasi dan kompresi cerdas yang berjalan otomatis. Bahkan, dalam skenario tertentu, efisiensi dapat meningkat hingga 20:1, sehingga membantu perusahaan mengoptimalkan kapasitas sekaligus menekan biaya penyimpanan.

Kemampuan self-optimizing yang didukung Dell AIOps dan automasi end-to-end turut menyederhanakan operasional. Aspek keamanan juga diperkuat melalui fitur multiparty authorization, yang memastikan setiap tindakan kritis memerlukan persetujuan lebih dari satu pihak untuk mencegah perubahan tidak sah.

Sementara itu, Dell Private Cloud dibangun di atas Dell Automation Platform untuk menghadirkan pengalaman private cloud yang konsisten, baik di lingkungan on-premises maupun berbasis Software-as-a-Service (SaaS). Solusi ini menyediakan portal terpusat untuk proses onboarding, orkestrasi, manajemen aset, hingga lifecycle management, sehingga pengelolaan infrastruktur dapat berjalan terstandar dan otomatis.

Presales Server x86 Head Multipolar Technology, Adrian Kustiawan, menjelaskan bahwa pendekatan disaggregated infrastructure memungkinkan komputasi, penyimpanan, dan jaringan diskalakan secara independen.

“Model ini memberikan fleksibilitas lebih tinggi, meminimalkan vendor lock-in, serta memastikan pemanfaatan sumber daya sesuai kebutuhan workload,” jelasnya.

Didukung portofolio Dell PowerStore, Dell Private Cloud juga dapat diimplementasikan tanpa perangkat keras khusus. Perusahaan dapat memanfaatkan server dan storage Dell yang sudah dimiliki, baik untuk proyek baru maupun pengembangan data center eksisting, sehingga mempercepat implementasi sekaligus melindungi investasi sebelumnya.

Berdasarkan data internal Dell, pendekatan disaggregated infrastructure mampu menekan biaya hingga 32% dibandingkan model hyperconverged, berkat kebutuhan server yang lebih sedikit, efisiensi lisensi perangkat lunak, serta tingkat utilisasi komputasi dan storage yang lebih optimal.

“Hal ini menjadikan Dell Private Cloud sebagai opsi strategis untuk modernisasi data center, termasuk mendukung kebutuhan implementasi AI,” tambah Adrian.

Dengan mengombinasikan Dell PowerStore dan Dell Private Cloud, Multipolar Technology menawarkan solusi private cloud yang lebih sederhana, fleksibel, efisien, aman, dan otomatis. Perusahaan pun dapat mengurangi kompleksitas pengelolaan data center sekaligus meningkatkan kesiapan infrastruktur menghadapi kebutuhan bisnis ke depan. (mas)