AMD rilis Kintex UltraScale+ Gen 2 untuk sistem cerdas

JAKARTA (IndoTelko) - AMD resmi memperkenalkan Kintex™ UltraScale+™ Gen 2 FPGA, lini FPGA kelas menengah terbaru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sistem berperforma tinggi dan beban kerja intensif data di berbagai sektor industri.

Mengusung pengembangan dari portofolio Kintex yang telah digunakan luas, generasi terbaru ini menghadirkan pembaruan signifikan pada sisi memori, konektivitas I/O, serta keamanan. Pembaruan tersebut ditujukan untuk mendukung aplikasi seperti pemrosesan citra, pengujian dan pengukuran, otomasi industri, hingga alur kerja media profesional beresolusi 4K dan 8K.

FPGA Kintex UltraScale+ Gen 2 dirancang untuk menangani sistem yang semakin kompleks di pasar siaran, industri, medis, dan pengujian. Dukungan transceiver berkecepatan tinggi serta PCIe® Gen4 memungkinkan implementasi alur kerja AV-over-IP 4K, penangkapan multi-stream, dan transmisi data dengan presisi waktu yang tinggi. Pada sektor pengujian, peningkatan bandwidth memori membantu mempercepat proses pengujian berthroughput tinggi dan beban kerja yang sensitif terhadap latensi.

Untuk aplikasi visi mesin, robotik, serta pencitraan medis, FPGA ini menawarkan konektivitas sensor yang dapat diskalakan, memungkinkan respons sistem yang lebih cepat dan hasil pemrosesan yang lebih presisi. AMD juga menyiapkan jalur migrasi dari FPGA Spartan™ UltraScale+™ melalui perangkat XCSU200P, sebelum beralih ke Kintex UltraScale+ Gen 2 yang dijadwalkan tersedia pada kuartal IV 2026.

Dari sisi arsitektur, Kintex UltraScale+ Gen 2 mengintegrasikan kontroler LPDDR4X/5/5X dengan bandwidth tinggi dan karakteristik deterministik. Pendekatan ini memungkinkan perancang sistem menjaga latensi tetap rendah sekaligus meningkatkan efisiensi daya, seiring dengan pertumbuhan kebutuhan data.

AMD menyebut FPGA ini menetapkan standar baru di kelas menengah dengan peningkatan bandwidth memori hingga lima kali lipat dibanding generasi sebelumnya, serta kepadatan kanal yang lebih tinggi pada antarmuka PCIe. Hasilnya adalah throughput yang lebih besar dan sistem yang lebih responsif tanpa harus beralih ke perangkat kelas atas dengan biaya lebih tinggi.

Selain performa, aspek keamanan dan umur panjang menjadi fokus utama. Kintex UltraScale+ Gen 2 dibekali fitur keamanan terintegrasi seperti autentikasi perangkat, enkripsi bitstream, perlindungan anti-kloning, manajemen kunci aman, serta dukungan kriptografi setara CNSA 2.0. Fitur ini dirancang untuk melindungi kekayaan intelektual dan memastikan keandalan sistem di lingkungan terdistribusi dan teregulasi.

AMD juga menargetkan ketersediaan produk hingga setidaknya tahun 2045, memberikan kepastian pasokan bagi industri dengan siklus produk jangka panjang seperti medis, siaran, dan otomasi industri. Dari sisi pengembangan, FPGA ini tetap kompatibel dengan ekosistem alat Vivado™ dan Vitis™, serta portofolio IP AMD yang telah matang.

Untuk tahap awal, dukungan simulasi pada Vivado dan Vitis dijadwalkan hadir pada kuartal III 2026. Sampel silikon pra-produksi XC2KU050P akan tersedia pada kuartal IV 2026, diikuti kit evaluasi berbasis silikon produksi pada periode yang sama. AMD juga membuka kesempatan bagi pengembang untuk memulai lebih awal melalui Spartan UltraScale+ SCU200 Evaluation Kit yang dapat dimigrasikan ke Kintex UltraScale+ Gen 2. (mas)