Bitcoin koreksi ke US$74.000, Mega Whale tetap akumulasi

JAKARTA (IndoTelko) - Pasar kripto global mengalami volatilitas tinggi setelah Bitcoin (BTC) sempat terkoreksi tajam hingga ke level US$74.000, sebelum kembali menguat ke kisaran US$77.000. Tekanan pasar dipicu oleh kombinasi meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah serta penguatan dolar Amerika Serikat menyusul penunjukan kepemimpinan baru di Federal Reserve.

Koreksi tersebut berdampak signifikan terhadap pasar kripto secara keseluruhan, dengan estimasi penghapusan kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$800 miliar sejak puncak yang tercatat pada Oktober 2025. Dalam kondisi ini, Bitcoin kembali menunjukkan karakteristiknya sebagai aset yang sangat responsif terhadap sentimen global, mengingat pasar kripto beroperasi tanpa henti selama 24 jam.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menyampaikan bahwa Bitcoin kerap menjadi aset pertama yang bereaksi ketika terjadi kepanikan global. Menurutnya, situasi saat ini mencerminkan sentimen risk-off yang terjadi secara luas, tidak hanya di aset digital, tetapi juga merambah ke instrumen safe haven tradisional seperti emas dan perak yang ikut mengalami tekanan jual.

Meski demikian, data on-chain dari Glassnode menunjukkan pola perilaku investor yang berbeda. Di tengah aksi jual yang didominasi investor ritel, kelompok investor besar atau yang dikenal sebagai mega whale—pemegang lebih dari 1.000 BTC—justru terpantau melakukan akumulasi Bitcoin secara bertahap. Strategi ini dinilai sebagai upaya menyerap pasokan yang dilepas pasar saat kondisi diliputi kepanikan.

Antony menilai bahwa meskipun pasar sedang berada dalam fase ketakutan ekstrem, fondasi industri kripto saat ini jauh lebih kuat dibandingkan periode koreksi pada 2022. Keterlibatan institusi keuangan besar seperti BlackRock dan JPMorgan melalui produk ETF serta integrasi infrastruktur perbankan dinilai memberikan penopang tambahan terhadap stabilitas jangka panjang ekosistem kripto.

Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, INDODAX mengimbau investor kripto di Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari pengambilan keputusan berbasis emosi. Evaluasi ulang terhadap manajemen risiko dinilai menjadi langkah penting dalam menghadapi dinamika pasar saat ini.

Investor juga disarankan untuk tetap berpegang pada strategi investasi jangka panjang, melakukan riset secara mandiri, serta memantau pergerakan pasar secara objektif. Untuk mendukung hal tersebut, INDODAX menyediakan berbagai kanal edukasi melalui INDODAX Academy serta pembaruan informasi pasar melalui INDODAX News, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan platform perdagangan yang transparan dan tepercaya. (mas)