JAKARTA (IndoTelko) - IBM memperkuat kemitraannya dengan The Recording Academy menjelang ajang Grammy Awards® 2026 melalui peluncuran GRAMMY® IQ, sebuah pengalaman digital interaktif yang ditenagai teknologi IBM watsonx. Inisiatif ini menandai hampir satu dekade kolaborasi IBM sebagai mitra resmi kecerdasan buatan (AI) dan cloud untuk Grammy Awards®.
GRAMMY IQ dirancang untuk mengolah dan mengaktifkan kumpulan data historis industri musik milik The Recording Academy menjadi kuis interaktif berbasis AI agentik. Solusi ini memungkinkan penggemar musik menguji wawasan mereka seputar Grammy melalui pengalaman yang lebih personal, dinamis, dan mudah diakses di berbagai kanal digital Grammys®.
Executive Vice President of Global Partnerships The Recording Academy, Adam Roth, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan IBM membuka cara baru dalam menghubungkan penggemar dengan musik. Menurutnya, pemanfaatan watsonx memungkinkan data dan sejarah Grammy dihadirkan dalam format yang lebih interaktif dan relevan lintas generasi, sekaligus mencerminkan komitmen terhadap inovasi dan kreativitas di industri musik.
Senada, Senior Vice President of Marketing and Communications IBM, Jonathan Adashek, menegaskan bahwa teknologi AI memungkinkan pengalaman yang lebih dekat dan bermakna bagi penggemar. Dengan dukungan data musik lintas genre dan era, IBM dan The Recording Academy berupaya menghadirkan interaksi digital yang lebih personal bagi member maupun jutaan penggemar di seluruh dunia.
Secara teknis, GRAMMY IQ memanfaatkan teknologi watsonx, termasuk large language model (LLM) IBM Granite 3.0, untuk menghasilkan pertanyaan, petunjuk, serta penjelasan jawaban berdasarkan arsip historis Grammy. Pengguna dapat meminta petunjuk sebelum jawaban ditampilkan, sementara skor tertinggi akan masuk dalam papan peringkat GRAMMY IQ yang dapat diakses melalui Grammy.com. Fitur leaderboard dan undian berhadiah juga dihadirkan untuk mendorong keterlibatan harian dan aktivitas berbagi di media sosial.
Tak hanya untuk platform digital, IBM juga akan bekerja sama dengan GRAMMY Museum® pada Grammy Awards 2026 untuk menghidupkan kembali pengalaman Musical Crossroads. Pengalaman interaktif yang memanfaatkan watsonx ini memungkinkan pengunjung menjelajahi perjalanan artis dan musik dari hampir 200 genre, lengkap dengan lagu, foto, serta narasi interpretatif yang saling terhubung antar-genre.
Di sisi internal, IBM dan The Recording Academy juga berfokus pada transformasi digital keanggotaan bagi lebih dari 30.000 member yang berasal dari berbagai disiplin kreatif di industri musik. Pengembangan mencakup pembaruan portal keanggotaan serta penambahan dukungan terjemahan dalam empat bahasa baru guna meningkatkan aksesibilitas.
Melalui pemanfaatan LLM Granite terbaru, dukungan tim konsultasi IBM, serta kolaborasi berkelanjutan dengan tim digital dan editorial The Recording Academy, rangkaian solusi ini ditujukan untuk memperluas kapabilitas konten sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih informatif dan menarik menjelang Music’s Biggest Night. (mas)