JAKARTA (IndoTelko) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama Google Indonesia memperkenalkan penguatan digitalisasi sektor pendidikan berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui rangkaian kegiatan edukasi bertajuk Shaping the Future of Learning: Educational Innovation Strategies in the Digital Era. Acara ini digelar pada 2728 Januari 2026 di Aula Kantor Telkom Witel Yogya Jateng Selatan, Yogyakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Telkom memperkenalkan portofolio Telkom Solution ke pasar pendidikan di Yogyakarta, mulai dari penyediaan infrastruktur konektivitas, pemanfaatan Google Workspace for Education, hingga penggunaan teknologi AI untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas proses belajar-mengajar.
Inisiatif ini sejalan dengan kehadiran Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang mengusung empat pilar utama, yakni AI Campus, AI Playground, AI Connect, dan AI Hub. Keempat pilar tersebut dirancang sebagai fondasi pengembangan ekosistem AI nasional sekaligus pemberdayaan talenta digital lokal.
General Manager Telkom Witel Yogya Jateng Selatan, Agus Faisal, menegaskan bahwa peran Telkom kini melampaui fungsi sebagai penyedia layanan konektivitas. Menurutnya, melalui kolaborasi TelkomGroup dan Google, Telkom bertransformasi menjadi penggerak transformasi digital yang menawarkan solusi menyeluruh, mulai dari jaringan, perangkat pembelajaran digital, hingga integrasi ekosistem Google for Education dan AI.
“Kami ingin menjadi mitra strategis bagi institusi pendidikan agar mampu menyelaraskan visi pengembangan dengan tren teknologi global. Dengan demikian, sekolah dan kampus tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu melahirkan inovasi,” ujar Agus.
Selain pemaparan solusi, acara ini juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman dari praktisi pendidikan yang telah menerapkan transformasi digital. Pada segmen pendidikan tinggi, Direktur Sistem Informasi Universitas Islam Indonesia (UII), Mukhammad Andri Setiawan, memaparkan peran ekosistem Google dalam meningkatkan kolaborasi dan efisiensi operasional kampus. Menurutnya, adopsi Google Workspace bukan sekadar penggunaan alat digital, melainkan upaya membangun budaya kerja dan pembelajaran yang lebih terintegrasi.
Pendekatan tersebut selaras dengan visi Telkom dalam mendorong konsep Smart Campus melalui pemanfaatan solusi berbasis AI seperti Gemini Enterprise dan Gemini AI Pro.
Sementara itu, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, Febriandrini Kumala dari SMP Lazuardi Al-Falah GCS Klaten berbagi pengalaman implementasi Google for Education melalui program Google Reference School. Dalam sesi bertema Beyond the Limits: Achieving Global Excellence, ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi di ruang kelas mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih personal dan kreatif, sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.
Melalui kegiatan ini, TelkomGroup berharap dapat mempercepat adopsi teknologi digital di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi di Yogyakarta, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berbasis kecerdasan buatan. (mas)