IBM luncurkan Sovereign Core untuk dukung kedaulatan digital

JAKARTA (IndoTelko) - IBM memperkenalkan IBM Sovereign Core, perangkat lunak baru yang dirancang untuk membantu perusahaan, instansi pemerintah, dan penyedia layanan membangun serta mengelola lingkungan teknologi informasi (TI) yang berdaulat dan siap mendukung penerapan kecerdasan buatan (AI). Solusi ini ditujukan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan organisasi terhadap kendali penuh atas infrastruktur TI di tengah tuntutan regulasi dan tata kelola yang semakin ketat.

Seiring adopsi AI yang kian masif, isu kedaulatan digital tidak lagi terbatas pada lokasi penyimpanan data. Aspek lain seperti siapa yang mengoperasikan sistem, bagaimana data dikelola dan diakses, di mana beban kerja dijalankan, hingga yurisdiksi operasional model AI menjadi perhatian utama. Namun, banyak organisasi masih belum memiliki platform terintegrasi yang mampu mendukung migrasi, modernisasi, dan pengelolaan aplikasi secara berdaulat sekaligus menyediakan pelaporan kepatuhan yang konsisten dan dapat diaudit.

IBM Sovereign Core dirancang sebagai fondasi perangkat lunak yang menempatkan kedaulatan sebagai karakteristik bawaan. Berbasis teknologi open source dari Red Hat, solusi ini memungkinkan organisasi membangun, menerapkan, dan mengelola beban kerja cloud-native dan AI di bawah kendali penuh dalam yurisdiksi yang dipilih.

General Manager and Technology Leader IBM ASEAN Catherine Lian menyampaikan bahwa organisasi di kawasan ASEAN menghadapi tekanan ganda untuk mempercepat pemanfaatan AI sekaligus mematuhi regulasi dan kedaulatan data yang semakin kompleks. Menurutnya, IBM Sovereign Core memberikan fleksibilitas dan kontrol yang dibutuhkan agar organisasi dapat mengembangkan AI secara tepercaya tanpa mengorbankan kepatuhan dan otonomi operasional.

Melalui IBM Sovereign Core, pelanggan dapat mempertahankan kendali langsung atas control planesistem, termasuk keputusan penerapan dan konfigurasi, tanpa ketergantungan pada operator di luar yurisdiksi. Seluruh proses identitas, autentikasi, serta pengelolaan kunci kriptografi tetap berada di bawah kendali pelanggan. Selain itu, solusi ini mendukung kepatuhan berkelanjutan melalui penyediaan data operasional, telemetri, dan jejak audit yang tersimpan di lingkungan berdaulat.

Pada sisi AI, IBM Sovereign Core memungkinkan pengelolaan inferensi AI secara lokal, mulai dari penerapan model, pengoperasian klaster GPU, hingga pengawasan agen AI tanpa harus memindahkan data ke pihak eksternal. Solusi ini juga dirancang untuk memudahkan implementasi dalam skala besar dengan fleksibilitas pemilihan infrastruktur, baik di pusat data on-premises, cloud dalam wilayah tertentu, maupun melalui penyedia layanan TI.

Analis menilai pendekatan IBM lebih holistik dalam menjawab isu kedaulatan AI. IBM Sovereign Core tidak hanya berfokus pada data residency, tetapi juga memastikan kendali operasional dapat dibuktikan kepada regulator melalui mekanisme pemantauan dan audit berkelanjutan.

IBM juga menggandeng sejumlah penyedia layanan TI internasional untuk mendukung implementasi IBM Sovereign Core. Peluncuran awal dilakukan di Eropa melalui kemitraan dengan Cegeka di Belgia dan Belanda, serta Computacenter di Jerman. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian operasional di tingkat lokal sekaligus membantu organisasi memenuhi persyaratan kepatuhan saat mengoperasikan beban kerja AI berskala besar.

Dengan IBM Sovereign Core, IBM menargetkan terciptanya ekosistem teknologi yang memungkinkan organisasi mengelola AI dan infrastruktur digital secara lebih mandiri, aman, dan sesuai regulasi, seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu kedaulatan digital. (mas)