Jobstreet by SEEK soroti tren rekrutmen 2026

JAKARTA (IndoTelko) - Memasuki 2026, dinamika pasar tenaga kerja Indonesia dinilai semakin strategis di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski tekanan eksternal masih membayangi, pasar kerja nasional diproyeksikan tetap menunjukkan ketahanan, didorong oleh pertumbuhan domestik dan peluang relokasi industri global ke kawasan Asia Tenggara.

Momentum ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi dan basis industri, dengan catatan kesiapan infrastruktur, iklim usaha, serta kualitas talenta mampu bersaing secara regional maupun global.

Jobstreet by SEEK menilai tahun 2026 menjadi fase penting dalam evolusi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia kerja. Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan sebagai alat bantu rekrutmen, kini teknologi tersebut mulai terintegrasi langsung ke dalam kebutuhan kompetensi lintas fungsi.

Berdasarkan laporan Hiring, Compensation, and Benefits 2025 dari Jobstreet by SEEK, sekitar 71% perusahaan di Indonesia telah mempertimbangkan pemahaman AI sebagai salah satu faktor dalam proses perekrutan. Hal ini menandakan pergeseran kebutuhan keterampilan yang semakin meluas, tidak hanya terbatas pada peran teknis.

Acting Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, mengatakan bahwa kecakapan AI kini menjadi kebutuhan lintas divisi, mulai dari pemasaran, operasional, hingga keuangan. Menurutnya, kemampuan memahami AI, literasi data, serta integrasi teknologi ke dalam alur kerja akan menjadi penentu produktivitas ke depan.

“AI tidak lagi menjadi domain eksklusif para engineer. Kunci keunggulan ada pada AI literacy, data literacy, dan kemampuan memanfaatkannya secara praktis dalam pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.

Seiring meningkatnya otomatisasi, pekerjaan yang bersifat repetitif dan administratif diperkirakan akan semakin berkurang. Sebaliknya, nilai tambah tenaga kerja akan bergeser ke kemampuan analitis, pemecahan masalah kompleks, kreativitas, serta pengambilan keputusan berbasis data. Kondisi ini mendorong pekerja untuk mulai berinvestasi pada pengembangan keterampilan baru yang relevan.

Di tengah isu pemutusan hubungan kerja (PHK) global, Jobstreet by SEEK melihat konteks Indonesia relatif berbeda. Sejumlah sektor seperti layanan kesehatan, manufaktur, dan ekonomi digital masih menunjukkan tren permintaan tenaga kerja yang positif. Namun, muncul fenomena job hugging, di mana pekerja memilih bertahan di posisi saat ini demi stabilitas, meskipun peluang karier atau kompensasi belum optimal.

Fenomena tersebut menurunkan mobilitas tenaga kerja, sehingga perusahaan dituntut lebih aktif dalam membangun employer branding serta menawarkan jalur karier yang jelas untuk menarik talenta baru. Di sisi lain, strategi retensi juga perlu diperkuat melalui program peningkatan keterampilan internal, khususnya untuk mengantisipasi “sunset skills” yang berpotensi tergantikan otomatisasi.

“Perusahaan perlu membandingkan kebutuhan keterampilan internal dengan tuntutan pasar terkini. Jika elemen AI, data, atau cloud mulai menjadi standar, itu sinyal perlunya program upskilling yang lebih terarah,” jelas Wisnu.

Tantangan lain datang dari meningkatnya minat tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di luar negeri. Laporan Decoding Global Talent 2024 dari SEEK menunjukkan sekitar 67% pekerja Indonesia tertarik mencari peluang kerja internasional, didorong oleh keinginan memperoleh pengalaman global dan kualitas hidup yang lebih baik.

Bagi perusahaan di dalam negeri, kondisi ini menjadi peringatan untuk memperkuat strategi retensi melalui kompensasi kompetitif, peluang pengembangan global, serta fleksibilitas kerja. Di saat yang sama, perusahaan juga dapat memanfaatkan skema rekrutmen lintas negara melalui platform global untuk mengisi kebutuhan keterampilan spesifik.

“Tahun 2026 bukan hanya soal kecepatan merekrut, tetapi ketepatan memetakan potensi talenta. Bagi pencari kerja, portofolio dan micro-credentials akan semakin bernilai dibanding sekadar gelar formal,” tutup Wisnu.

Jobstreet by SEEK menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perusahaan dan pencari kerja melalui penyediaan data pasar tenaga kerja serta teknologi candidate matching, guna membantu memenangkan persaingan talenta di era digital. (mas)