IBFEST Series 10 Telkomsel dorong literasi AI pelajar di empat kota

JAKARTA (IndoTelko) - Telkomsel kembali menggelar Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 dengan tema “Level Up The Future with AI”. Program tanggung jawab sosial perusahaan yang telah berlangsung sejak 2016 ini resmi dibuka di SMK Negeri 1 Cimahi, Jawa Barat, dan ditujukan untuk memperkuat literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan pelajar SMA dan SMK.

Melalui IBFEST Series 10, Telkomsel membekali generasi muda dengan pemahaman dan keterampilan pemanfaatan AI yang kreatif, aman, dan produktif, selaras dengan prinsip BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif). Setelah Cimahi, rangkaian kegiatan akan berlanjut ke Jambi pada 5 Februari, Pontianak pada 22 April, dan ditutup di Surakarta pada 30 April 2026.

IBFEST tahun ini menghadirkan tiga agenda utama, yakni AI Camp Training, AI Workshop, serta diskusi inspiratif bersama praktisi AI dan pegiat literasi digital. AI Camp Training dirancang dengan tiga jalur pembelajaran yang menyesuaikan minat peserta, sementara AI Workshop menyasar pelajar, guru, dan orang tua agar edukasi AI berjalan menyeluruh dalam ekosistem pendidikan.

Inisiatif ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 serta mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya (PP TUNAS).

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, mengapresiasi konsistensi Telkomsel dalam mengembangkan literasi digital generasi muda. Menurutnya, penguasaan teknologi dan AI harus diimbangi dengan sikap bertanggung jawab agar pelajar mampu menjadi inovator yang memberikan dampak positif bagi bangsa.

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa AI perlu dipahami sebagai alat pendukung kreativitas dan produktivitas, bukan ancaman. Ia menyebut IBFEST Series 10 sebagai bagian dari komitmen Telkomsel Jaga Cita untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan, didukung berbagai platform pembelajaran digital seperti Ilmupedia, Skul.id, Kuncie, dan by.U.

Dalam AI Camp Training, peserta dapat memilih tiga jalur pembelajaran berbasis AI. Creativa berfokus pada pengembangan seni digital seperti musik, film pendek, dan ilustrasi berbantuan AI. Syntech mengarahkan pelajar menciptakan solusi praktis melalui aplikasi sederhana, gim edukasi, atau prototipe produk digital. Sementara Cyberlitemenitikberatkan edukasi keamanan siber dengan pendekatan kreatif, termasuk kampanye bahaya deepfake, gerakan “Saring Before Sharing”, dan konten anti-penipuan digital.

Selain itu, AI Workshop dirancang sesuai peran masing-masing. Pelajar mendapatkan pengenalan dasar AI generatif dan praktik kreatif secara etis. Guru dibekali materi integrasi AI dalam pembelajaran serta keamanan digital, sedangkan orang tua memperoleh panduan pendampingan anak agar tetap aman dan cerdas berinternet di era AI.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi diskusi bertema “AI untuk Masa Depan yang BAIK”yang menyoroti pentingnya perlindungan anak di ruang digital melalui sosialisasi PP TUNAS.

Memasuki satu dekade penyelenggaraan, Internet BAIK mencatat capaian signifikan. Pada Series 9, program ini menarik lebih dari 10.000 pendaftar dari 124 kota dan kabupaten. Secara akumulatif sejak 2016, Internet BAIK telah menjangkau lebih dari 41 ribu pelajar di ribuan sekolah, melibatkan ribuan guru, orang tua, dan komunitas, serta melahirkan ribuan agen perubahan dan karya konten kreatif digital. (mas)