GSMA ungkap 5 tren kunci 5G di 2026

JAKARTA (IndoTelko) - Industri telekomunikasi global memasuki fase baru pada 2026, seiring perubahan strategi operator dalam mengembangkan jaringan 5G. GSMA Intelligence menilai, fokus industri tidak lagi bertumpu pada ekspansi cakupan semata, melainkan pada transformasi jaringan yang mampu mendukung kebutuhan digital yang semakin kompleks.

Salah satu arah utama yang disoroti adalah pergeseran menuju kapabilitas lanjutan di atas 5G, termasuk penguatan 5G-Advanced sebagai jembatan menuju teknologi generasi berikutnya. Pengembangan fitur jaringan cerdas dipandang penting untuk membuka peluang layanan baru, khususnya di segmen industri dan korporasi.

GSMA juga mencatat meningkatnya kebutuhan akan jaringan yang dirancang untuk era kecerdasan buatan (AI). Keandalan, stabilitas, dan kemampuan jaringan untuk tetap beroperasi dalam berbagai kondisi menjadi elemen krusial, terutama untuk mendukung aplikasi digital yang bersifat kritikal dan real-time.

Di sisi lain, Internet of Things (IoT) tetap menjadi fondasi pertumbuhan layanan berbasis 5G. Dengan dukungan fitur jaringan yang lebih presisi dan responsif, IoT diproyeksikan memainkan peran penting dalam transformasi sektor seperti manufaktur, logistik, transportasi, hingga utilitas.

Namun demikian, GSMA mengingatkan bahwa potensi teknologi tidak akan optimal tanpa pembaruan pendekatan bisnis. Operator dinilai perlu keluar dari pola lama yang hanya mengandalkan peningkatan layanan bertahap, dan mulai mengembangkan model pendapatan baru yang memanfaatkan keunggulan jaringan generasi lanjut.

Tekanan serupa juga dirasakan oleh penyedia teknologi jaringan. Inovasi teknis saja dinilai tidak cukup, karena pasar menuntut nilai bisnis yang nyata dan solusi yang mampu memberikan dampak langsung terhadap efisiensi operasional maupun pertumbuhan pendapatan operator.

Secara keseluruhan, GSMA melihat 2026 sebagai periode transisi penting bagi industri telekomunikasi global. Transformasi jaringan menjadi faktor penentu dalam menjaga relevansi 5G, sekaligus memperkuat perannya sebagai infrastruktur utama bagi AI, IoT, dan layanan digital masa depan. (mas)