JAKARTA (IndoTelko) - Kecerdasan artifisial (AI) semakin menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan tinggi, mendorong kebutuhan akan perangkat komputasi berperforma tinggi bagi mahasiswa dan institusi akademik. Menjawab tantangan tersebut, NVIDIA memperkuat kontribusinya dalam pengembangan talenta digital Indonesia melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi serta pengenalan GeForce RTX™ 50 Series berbasis AI.
Sepanjang Januari 2026, NVIDIA menggelar rangkaian kegiatan akademik di Batam dan Padang. Di Batam (79 Januari), NVIDIA bekerja sama dengan Politeknik Negeri Batam dan Universitas Internasional Batam. Sementara di Padang (1214 Januari), kolaborasi dilakukan bersama Politeknik Negeri Padang dan Universitas Putra Indonesia (YPTK). Inisiatif ini ditujukan untuk memperkenalkan teknologi GPU terbaru yang mendukung pembelajaran modern, riset lanjutan, hingga produktivitas kreatif.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi digital, NVIDIA menggandeng mitra ritel lokal, yakni PT Karya Mura Niaga, Hypro Computer, dan JBROS Computer, untuk menghadirkan program edukasi bertajuk RTX AI PC Day. Kegiatan ini menjangkau sekitar 5.000 mahasiswa dan akademisi, sekaligus menjadi sarana eksplorasi ekosistem AI berbasis GPU.
Melalui sesi presentasi, workshop, dan demo produk, peserta diperkenalkan pada berbagai laptop dari Acer, Axioo, dan HP, serta desktop dari ASUS, Colorful, GALAX, Gigabyte, Gainward, MSI, hingga ZOTAC. Seluruh perangkat tersebut mengandalkan NVIDIA GeForce RTX™ 50 Series sebagai fondasi utama untuk komputasi AI, grafis, dan pemrosesan data berperforma tinggi.
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menyampaikan bahwa GPU modern kini menjadi komponen krusial dalam pengembangan AI global. Menurutnya, kemampuan komputasi paralel pada GPU RTX memungkinkan institusi pendidikan dan talenta lokal mengerjakan simulasi, deep learning, hingga analisis data kompleks yang sebelumnya sulit dicapai dengan CPU konvensional.
Diskusi juga menyoroti penerapan AI di sektor pendidikan yang kian meluas, mulai dari personalisasi pembelajaran, optimalisasi administrasi kampus, hingga pemantauan kinerja akademik. Di bidang riset, AI berperan penting dalam pengolahan big data, visualisasi tren, serta simulasi real-time untuk kebutuhan teknik dan sains.
Selain itu, AI membuka peluang pengembangan kampus cerdas melalui sistem keamanan berbasis vision AI, manajemen energi, hingga chatbot layanan akademik. Kehadiran GeForce RTX™ 50 Series memungkinkan seluruh proses tersebut dijalankan langsung dari perangkat pribadi mahasiswa tanpa ketergantungan pada server terpusat.
Di ranah industri, kombinasi GPU dan AI terbukti meningkatkan efisiensi dan inovasi, mulai dari desain otomotif, layanan kesehatan, otomasi manufaktur, hingga produksi konten kreatif. Proses yang sebelumnya memakan waktu berminggu-minggu kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.
Dibangun di atas arsitektur Blackwell, NVIDIA GeForce RTX™ 50 Series menghadirkan akselerasi AI, grafis real-time, dan efisiensi daya melalui teknologi seperti DLSS 4, NVIDIA Reflex, NVIDIA Studio, hingga Max-Q. Dengan kemampuan tersebut, NVIDIA menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan talenta digital Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global, baik di dunia akademik maupun industri. (mas)