Ini lima langkah sederhana jaga stabilitas finansial ala IFG Life

JAKARTA (IndoTelko) Awal tahun kerap dimanfaatkan sebagai momen untuk menata ulang kebiasaan hidup, termasuk dalam mengelola keuangan. Tantangan ini menjadi semakin relevan di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang turut berdampak pada berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam kondisi tersebut, perencanaan keuangan yang terstruktur dan disiplin menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas jangka panjang.

Sejalan dengan hal itu, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG selaku BUMN holding di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, menyoroti pentingnya kesiapan finansial sejak dini sebagai bentuk mitigasi risiko di masa depan.

“Di tengah tekanan ekonomi yang kian kompleks, literasi keuangan memegang peran krusial. IFG Life berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan perlindungan jiwa dan kesehatan yang komprehensif, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam membangun perencanaan finansial yang berkelanjutan melalui edukasi yang terukur,” ujar Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life.

Memasuki 2026, terdapat sejumlah kebiasaan yang dapat dijadikan resolusi praktis untuk membangun kondisi keuangan yang lebih sehat dan terkontrol.

1. Menjadikan menabung sebagai prioritas awal bulan

Menabung tetap menjadi pilar utama dalam pengelolaan keuangan. Fokus utama bukan pada nominal, melainkan konsistensi. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah menyisihkan dana segera setelah menerima penghasilan. Dana tersebut dapat dialokasikan ke rekening tabungan atau rekening dana nasabah (RDN) sebagai langkah awal berinvestasi. Dengan pendekatan ini, menabung menjadi bagian dari sistem keuangan bulanan, bukan sekadar sisa pengeluaran.

2. Menunda keputusan belanja untuk menghindari impulsif

Kemudahan transaksi digital sering kali mendorong perilaku belanja impulsif. Untuk mengatasinya, disarankan memberikan jeda sebelum melakukan pembelian, khususnya untuk kebutuhan non-esensial. Membiasakan diri mengevaluasi manfaat, urgensi, dan ketersediaan anggaran sebelum bertransaksi dapat membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan.

3. Mengelola layanan berbasis langganan secara berkala

Layanan berlangganan digital kini menjadi bagian dari gaya hidup modern. Namun, biaya rutin yang terlihat kecil dapat berdampak signifikan jika tidak diawasi. Pemeriksaan berkala terhadap layanan aktif melalui riwayat transaksi e-wallet atau kartu kredit dapat mencegah pemborosan. Penggunaan alamat email khusus untuk layanan berbayar juga dapat mempermudah pelacakan dan pengelolaan langganan.

4. Memahami perlindungan finansial yang dimiliki

Risiko tak terduga dapat muncul kapan saja, sehingga pemahaman terhadap perlindungan yang dimiliki, seperti asuransi dan BPJS, menjadi penting. Meninjau kembali manfaat, ketentuan klaim, serta batasan perlindungan membantu memastikan perlindungan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam perencanaan keuangan.

Sejumlah perusahaan asuransi, termasuk IFG Life, telah menghadirkan solusi digital untuk memudahkan akses informasi bagi nasabah. Melalui aplikasi One by IFG, nasabah dapat memantau jenis perlindungan, manfaat polis, hingga mengajukan klaim secara lebih praktis, tanpa perlu menelusuri dokumen fisik.

5. Menetapkan batas pengeluaran gaya hidup

Niat berhemat perlu didukung oleh batasan yang jelas. Menjelang 2026, masyarakat dapat mulai menetapkan “limit hidup”, yakni batas maksimal pengeluaran bulanan untuk kebutuhan gaya hidup seperti hiburan, makan di luar, atau aktivitas sosial. Penetapan batas ini sejak awal bulan membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali tanpa menghilangkan ruang untuk menikmati hidup.

Pada akhirnya, membangun ketahanan finansial tidak selalu menuntut perubahan besar dalam waktu singkat. Konsistensi dalam kebiasaan kecil justru menjadi kunci utama. Di tengah ketidakpastian ekonomi, resolusi keuangan yang realistis dan terukur dapat menjadi pegangan untuk menjaga stabilitas dan rasa aman, sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih berkelanjutan. (mas)