2026, Fondasi data jadi kunci sukses AI

JAKARTA (IndoTelko) Cloudera memprediksi bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk kembali meninjau dan memperkuat fondasi data mereka, guna memastikan implementasi kecerdasan buatan (AI) berjalan efektif, aman, dan berdampak bagi bisnis.

Senior Vice President Asia Pasifik & Jepang Cloudera, Remus Lim mengungkapkan, adopsi AI tak hanya soal inovasi, namun harus dibangun di atas pengelolaan data yang solid. “Kesuksesan AI bergantung pada fondasi data yang kuat. Dengan tekanan regulasi dan ekspektasi bisnis yang semakin tinggi, pengelolaan data yang tepat akan menentukan kemampuan organisasi dalam berinovasi, menjaga keamanan, serta memberikan hasil bisnis yang terukur,” ujar Remus.

Cloudera menyampaikan lima prediksi utama terkait arah strategi AI perusahaan pada 2026:

1. AI Jadi Tantangan Baru bagi Perusahaan

Tren adopsi AI terus meningkat. Namun banyak organisasi mengimplementasikan AI secara terpisah di tiap departemen sehingga menimbulkan silo AI. Kondisi ini berpotensi menghambat konsistensi tata kelola dan kontrol. Untuk itu, perusahaan dinilai perlu melakukan standarisasi platform data dan AI terpadu agar inovasi berjalan aman dan kolaboratif.

2. Use Case Agen AI Akan Lebih Nyata

Tahun 2026 diprediksi menjadi fase transisi dari uji coba menuju penerapan skala besar, khususnya di sektor jasa keuangan. Laporan Finextra Research yang ditugaskan Cloudera mencatat 97% perusahaan finansial telah memiliki minimal satu implementasi AI/ML dalam produksi. Tantangan berikutnya adalah mengoperasikan agen AI secara real time dan terintegrasi dengan alur kerja bisnis agar otomatisasi bisa berjalan lebih cerdas, aman, dan dapat dilacak.

3. Private AI Jadi Prioritas Korporasi Besar

Peningkatan regulasi serta kekhawatiran terhadap keamanan data mendorong perusahaan besar, khususnya di sektor finansial, kesehatan, dan publik, mengadopsi arsitektur Private AI. Model ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan AI tanpa mengekspos data sensitif, sekaligus memperkuat pertahanan siber seiring meningkatnya ancaman berbasis AI.

4. Kesenjangan Talenta dan Tanggung Jawab AI Harus Ditutup

Cloudera menilai keberhasilan AI tidak hanya ditentukan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Perusahaan perlu meningkatkan literasi AI, kemampuan teknis, serta kesadaran etika agar implementasi AI berjalan bertanggung jawab dan sesuai regulasi.

5. Investasi AI Perlu Lebih Terukur

Tekanan ekonomi akan mendorong perusahaan lebih selektif dalam investasi AI. Fokus ke depan bukan lagi sekadar inovasi, tetapi pencapaian ROI, efisiensi, dan penerapan yang sesuai kebutuhan bisnis. Cloudera menegaskan bahwa tidak semua kasus memerlukan model kompleks atau infrastruktur mahal, sehingga strategi investasi harus disesuaikan dengan tujuan bisnis.

Cloudera menyimpulkan bahwa tahun 2026 akan menjadi pembeda antara perusahaan yang mampu membangun AI secara terukur dan terintegrasi dengan fondasi data yang kuat, dengan mereka yang masih terjebak pada tahap uji coba tanpa arah jelas. (mas)