Bitcoin lebih matang masuki 2026

DUBAI (IndoTelko) Bybit, bursa kripto terbesar kedua di dunia berdasarkan volume perdagangan, menerbitkan laporan riset tahunan Bybit x Block Scholes 2026 Crypto Outlook yang memetakan arah pasar aset digital sepanjang 2026, dengan fokus utama pada bitcoin dan dinamika pasar kripto global.

Laporan tersebut menilai bahwa pasar kripto memasuki fase yang semakin dewasa. Pergerakan harga tidak lagi semata didorong oleh euforia siklus bull market, melainkan oleh kombinasi faktor makroekonomi, struktur pasar, partisipasi institusi, serta perkembangan regulasi.

Berdasarkan data OJK, hingga Oktober 2025 Indonesia memiliki 19,08 juta investor kripto. Secara global, laporan Bybit menunjukkan bahwa pertumbuhan partisipasi pasar kini dibarengi dengan perilaku investor yang lebih disiplin dan terukur, terutama dalam pengelolaan risiko.

Bybit mencatat bahwa siklus pasar kripto empat tahunan yang selama ini dikaitkan dengan peristiwa halving bitcoin masih menjadi referensi penting. Namun, pengaruhnya dinilai mulai berkurang seiring meningkatnya peran kebijakan moneter global, arus likuiditas, dan keterlibatan investor institusi.

Bitcoin memasuki 2026 dalam kondisi pasar yang lebih kompleks, di mana faktor eksternal seperti arah suku bunga Bank Sentral AS, dinamika pasar saham, serta kebijakan moneter global berpotensi lebih menentukan dibandingkan pola historis semata.

Sinyal Derivatif
Dari analisis pasar derivatif, Bybit x Block Scholes mencatat probabilitas implisit sebesar 10,3% bahwa harga bitcoin dapat mencapai US$150.000 pada akhir 2026. Angka ini mencerminkan harga pasar instrumen options, bukan prediksi langsung.

Menariknya, struktur pasar options menunjukkan sikap investor yang relatif konservatif. Permintaan terhadap instrumen lindung nilai masih stabil, menandakan pasar belum sepenuhnya mengantisipasi lonjakan harga ekstrem meskipun latar makro dinilai cukup konstruktif.

Volatilitas implisit bitcoin pada kontrak jangka panjang juga tercatat lebih rendah dibandingkan siklus-siklus sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan pasar yang semakin matang, dengan ekspektasi fluktuasi harga yang lebih terkendali.

Laporan tersebut menyoroti peran bitcoin yang semakin situasional. Dalam kondisi likuiditas global yang longgar, bitcoin cenderung kembali diperlakukan sebagai aset berisiko dan berkorelasi dengan indeks saham utama. Namun, dalam situasi ketidakpastian geopolitik atau tekanan sistem keuangan, perannya sebagai aset alternatif dan lindung nilai tetap diuji.

Korelasi bitcoin terhadap emas dan saham dinilai tidak lagi konsisten, melainkan sangat bergantung pada arah kebijakan moneter dan sentimen risiko global.

Institusi
Salah satu perubahan struktural paling menonjol adalah meningkatnya peran investor institusi. Bybit mencatat bahwa institusi kini lebih aktif memanfaatkan instrumen derivatif bitcoin untuk manajemen risiko dan alokasi strategis, bukan sekadar spekulasi harga jangka pendek.

Pola ini memperkuat posisi pasar derivatif sebagai indikator sentimen yang semakin penting, sekaligus menandakan pergeseran dari pasar yang didominasi spekulasi ritel menuju ekosistem yang lebih profesional.

Regulasi
Dari sisi regulasi, laporan menilai kejelasan aturan di sejumlah yurisdiksi utama membantu menurunkan risiko sistemik pasar kripto. Namun, regulasi juga dipandang berpotensi membatasi lonjakan harga ekstrem seperti pada siklus-siklus sebelumnya.

Selain itu, tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets) diidentifikasi sebagai tema struktural utama 2026, melanjutkan tren adopsi stablecoin oleh institusi resmi sepanjang 2025. Penguatan infrastruktur pasar, termasuk mitigasi risiko teknologi baru seperti komputasi kuantum, juga menjadi perhatian utama.

Prospek
Bybit menyimpulkan bahwa meskipun volatilitas dan sentimen tetap menjadi karakter pasar kripto, interaksi antar faktor pembentuk harga terus berevolusi. Dukungan makroekonomi, keterlibatan regulator, dan partisipasi institusi berpotensi membawa bitcoin bergerak di luar pola historisnya.

Namun demikian, pasar kripto tetap berada dalam lanskap yang dinamis dan penuh ketidakpastian, sehingga manajemen risiko dan pemahaman struktur pasar menjadi semakin krusial bagi investor memasuki 2026.(wn)