Cara penjahat dunia maya samarkan URL

Ilustrasi (dok)

JAKARTA (IndoTelko) - Pakar keamanan informasi perusahaan biasanya mengenal beberapa karyawannya yang percaya diri dan mengatakan bahwa mereka tidak mengklik tautan berbahaya sehingga tidak rentan terhadap ancaman siber. Terkadang argumen ini digunakan dengan niatan seperti meminta perusahaan justru untuk mematikan kebijakan keamanan yang dianggap mengganggu kinerja mereka.

Namun penyerang sering kali menyamarkan tautan berbahaya dan phishing, mencoba membingungkan filter email. Apa yang mereka inginkan adalah membuat korban mengklik alamat yang sebenarnya membawa menuju alamat lain. Berikut Kaspersky akan memaparkan metode paling umum yang digunakan penjahat dunia maya untuk menyamarkan URL berbahaya atau phishing.

Simbol @ pada alamat

Nah, cara paling sederhana untuk menyembunyikan domain asli di alamat adalah dengan menggunakan simbol @ di URL. Ini adalah simbol yang benar-benar sah yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan login dan kata sandi ke alamat situs web — HTTP memungkinkan untuk meneruskan kredensial ke server web melalui URL hanya dengan menggunakan format login:password@domain.com. Jika data sebelum simbol @ salah dan tidak cocok untuk otentikasi, browser akan membuangnya begitu saja, mengarahkan pengguna ke alamat yang terletak setelah simbol @. Maka, penjahat dunia maya memanfaatkan metode ini: mereka membuat nama halaman yang meyakinkan, menggunakan nama situs yang sah di dalamnya, dan menempatkan alamat asli setelah simbol @.

Pada metode sebelumnya, penyerang sering kali mencoba membingungkan pengguna dengan nama halaman yang panjang untuk mengalihkan perhatian mereka dari alamat sebenarnya. Namun ada cara untuk menyembunyikannya sepenuhnya — dengan mengubah alamat IP suatu situs menjadi bilangan bulat.

Alamat IP tidak mudah disimpan dalam database. Oleh karena itu, pada titik tertentu, sebuah mekanisme diciptakan untuk mengubah alamat IP menjadi bilangan bulat (yang jauh lebih nyaman untuk disimpan) dan sebaliknya. Dan saat ini, ketika browser modern melihat angka di URL, mereka secara otomatis mengubahnya menjadi alamat IP. Jika dikombinasikan dengan simbol @ yang sama, ini secara efektif menyembunyikan domain sebenarnya.

Dalam menggunakan trik ini, penjahat dunia maya mencoba memusatkan perhatian pada domain sebelum simbol @, dan menjadikan segala sesuatunya tampak seperti semacam parameter — berbagai alat pemasaran sering kali memasukkan segala jenis tag alfanumerik ke dalam tautan web.

Cara lain yang cukup sederhana untuk menyembunyikan URL asli adalah dengan menggunakan salah satu layanan pemendekan tautan yang sah. Anda benar-benar dapat memasukkan apa pun ke dalam tautan pendek — dan tidak mungkin memeriksa apa yang tersembunyi di sana tanpa mengeklik.

Beberapa tahun yang lalu, Google dan beberapa mitranya membuat kerangka kerja Google AMP — sebuah layanan yang dimaksudkan untuk membantu laman web dimuat lebih cepat di perangkat seluler. Pada tahun 2017, Google mengklaim bahwa halaman dengan AMP dimuat dalam waktu kurang dari satu detik dan menggunakan data 10 kali lebih sedikit dibandingkan halaman yang sama tanpa AMP.

Kini penyerang telah mempelajari cara menggunakan mekanisme ini untuk phishing. Sebuah email berisi tautan yang dimulai dengan "google.com/amp/s/", namun jika pengguna mengkliknya, mereka akan diarahkan ke situs yang bukan milik Google. Bahkan beberapa filter anti-phishing sering kali tertipu dengan trik ini: karena reputasi Google, mereka menganggap tautan tersebut cukup dapat diandalkan.

Cara lain untuk menyembunyikan halaman Anda di balik URL orang lain adalah dengan menggunakan ESP; yaitu layanan untuk membuat buletin sah dan email masuk lainnya. Kaspersky sudah menulis secara detail tentang metode ini di salah satu postingan kami sebelumnya.

Singkatnya, penyerang akan menggunakan salah satu layanan ini, membuat kampanye pengiriman email, memasukkan URL phishing, dan sebagai hasilnya mendapatkan alamat bersih siap pakai, yang memiliki reputasi sebagai perusahaan ESP. Perusahaan ESP tentu saja berusaha melawan penyalahgunaan layanan mereka, namun hal ini tidak selalu berhasil.

pPakar keamanan di Kaspersky, Roman Dedenok mengatakan, tidak peduli seberapa percaya diri karyawan Anda, namun memahami apakah suatu tautan berbahaya atau tidak menjadi indikator penting demi keamanan perusahaan. "Oleh karena itu kami menyarankan untuk mencadangkannya dengan solusi perlindungan. Selain itu, kami merekomendasikan untuk menggunakan solusi tersebut baik pada tingkat server email perusahaan, dan pada tingkat perangkat kerja yang mendukung internet," jelasnya. (mas)